GOWA, iNews.id – Jemaah An Nadzir di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, telah menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Kamis (19/3/2025) pagi. Uniknya, sesaat setelah menetapkan masuknya bulan Syawal, ratusan jemaah langsung menggelar buka puasa bersama sebagai tanda berakhirnya bulan suci Ramadan.
Meski hari raya telah ditetapkan jatuh pada hari ini, pelaksanaan Sholat Idul Fitri jemaah yang identik dengan rambut pirang dan jubah hitam ini baru akan dilaksanakan pada Jumat pagi besok.
Penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah oleh Jemaah An-Nadzir didasarkan pada metode pemantauan perjalanan bulan Qomariyah serta pengamatan tanda-tanda alam. Para jemaah meyakini transisi bulan Ramadan ke Syawal terjadi tepat pada pukul 09.22 WITA hari ini.
Pimpinan Jemaah An-Nadzir, Ustadz Samiruddin Pademmui, menjelaskan bahwa pemantauan dilakukan secara konsisten sejak awal Ramadan hingga malam ke-15. Selain itu, fenomena alam seperti titik puncak air pasang di laut juga menjadi indikator penguat.
"Kami memantau perjalanan bulan dan melihat tanda-tanda alam seperti air pasang puncak. Berdasarkan hasil tersebut, kami meyakini 1 Syawal sudah masuk pagi ini, sehingga kami langsung berbuka puasa bersama," ujar Ustadz Samiruddin di perkampungan An-Nadzir, Desa Mawang, Kecamatan Bontomarannu, Gowa.
Suasana haru dan khidmat menyelimuti prosesi buka puasa bersama yang digelar di pelataran pemukiman jemaah. Ritual ini merupakan tradisi tahunan sebagai bentuk syukur atas selesainya kewajiban ibadah puasa setahun penuh.
Usai berbuka, para jemaah tidak langsung beristirahat. Mereka bergotong-royong membersihkan halaman masjid dan area terbuka yang akan dijadikan lokasi salat Idul Fitri.
Salat Id Digelar Jumat Pagi
Berbeda dengan kelompok muslim lainnya yang langsung menggelar Sholat Id sesaat setelah menetapkan 1 Syawal, Jemaah An-Nadzir memilih untuk melaksanakannya pada keesokan harinya.
Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait