Kasi Humas Polrestabes Makassar, AKP Jafar Achmad mengatakan, polisi awalnya mengejar sekelompok remaja dari kawasan Tinumbu hingga Jalan Bawakaraeng.
"Kronologis awalnya itu sekelompok anak-anak ini kemudian dari Tinumbu dikejar oleh Tim Opsnal Polrestabes Makassar sampai di Bawakaraeng. Setelah sampai di Jalan Bawakaraeng, mereka diamankan di situ karena sempat diadang di situ," ujar AKP Jafar.
Dia mengatakan, saat pemeriksaan, petugas menemukan salah satu remaja membawa katapel beserta anak panah. Barang tersebut kemudian diamankan sebagai barang bukti.
"Setelah itu dilakukan pemeriksaan oleh Tim Opsnal dan ditemukan salah satu dari anak tersebut ada membawa katapel beserta dengan anak busurnya sehingga kami mengamankan. Ada memang dua yang kami amankan," katanya.
Menurutnya, personel masih mendalami keterlibatan salah satu remaja yang diamankan dalam perkara lainnya. Sementara itu, keterlibatan remaja lainnya masih dalam proses penyelidikan.
"Yang satunya akan kami dalami terkait dengan keterlibatannya dengan perkara yang lain. Betul dari awal kejadian di sana sehingga Tim Opsnal melakukan pengejaran sampai di Jalan Bawakaraeng," ucapnya.
Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan kedua remaja tersebut bukan warga di sekitar lokasi kejadian. Mereka mengaku datang bersama sejumlah rekannya yang berhasil melarikan diri.
Polisi masih mendalami tujuan kedatangan kawanan tersebut serta kemungkinan keterlibatan mereka dalam aksi gangguan keamanan lainnya. Penyelidikan dilakukan untuk memastikan apakah senjata tajam dan senjata panah tersebut memang dipersiapkan untuk menyerang warga.
Selain menangkap dua remaja, polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa parang, katapel, dan anak panah. Sepeda motor yang digunakan kawanan tersebut juga diduga telah dimodifikasi dari spesifikasi standar untuk digunakan dalam aksi kebut-kebutan di jalan raya.
Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait