MAKASSAR, iNews.id - Tim gabungan Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) menemukan banyak potongan tubuh di lokasi ledakan bom bunuh diri depan Gereja Katedral Makassar, Minggu (28/3/2021). Saat ini, tim Inafis terus bekerja mengolah tepat kejadian perkara (TKP) di lokasi ledakan.
"Kami masih melakukan pendalaman dulu, karena ini temuan di lapangan cukup banyak ditemukan potongan tubuh akibat ledakan tersebut. Semua bentuk tubuh memisah, jadi tidak dikenali. Tim Inafis masih bekerja," ungkap Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol E Zulpan.
Sementara ini dilaporkan, ada 19 korban yang terdampak bom bunuh diri tersebut, dirawat di tiga rumah sakit. Korban luka dirawat di Rumah Sakit Stella Maris, tujuh korban dirawat di Rumah Sakit Akademis, dan empat orang dirawat di Rumah Sakit Pelamonia.
Kombes Zulpan mengatakan, pihak keamanan Gereja Katerdal sempat menghalangi diduga dua terduga pelaku yang melakukan aksi bom bunuh diri di Jalan Kajaolalido, Kelurahan Baru, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar.
"Diperkirakan dua orang. Ada satu orang coba menerobos dihalangi ke pihak keamanan, sehingga tidak sampai masuk ke dalam," katanya.
Akibat kejadian itu, saat bom tersebut meledak, jemaat yang berada di sekitar lokasi kejadian menjadi korban. Satu pelaku masih sempat dikenali, sedangkan satu pelaku lainnya tubuhnya terhambur di sekitar lokasi kejadian.
Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait