Warga transmigran di Takalar mengisi jeriken dengan air bersih yang dibeli Rp10.000 usai dilanda kekeringan sejak lima tahun terakhir. (Foto: Bugma)
Bugma

TAKALAR, iNews.id - Sebuah wilayah transmigrasi di Dusun Malelaya, Desa Punaga, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar dilanda kekeringan sejak lima tahun terakhir. Warga rela membeli air bersih di kampung tetangga berjarak lima kilometer seharga Rp10.000 per jeriken.

Tak sampai di situ, warga juga harus mengeluarkan biaya ekstra untuk membayar jasa pengangkut air sebesar Rp1.000 per jeriken. Air yang dibeli warga ini pun digunakan untuk memasak, mencuci piring pakaian, hingga mandi.

Sejumlah warga mengaku kesulitan memeroleh air bersih sejak lima tahun terakhir. Terlebih saat musim kemarau, sumur yang menjadi sumber air di kampung mereka mengering.

"Lagi sulit, sumur kering semua. Tidak ada air PAM. Sudah lima tahun kondisi begini. Beli air dari sumur bor kampung tetangga untuk minum sama mandi. Untungnya tidak pernah kena penyakit," ucap Adi, salah seorang warga transmigran, Minggu (25/9/2022).

Menurut penjual air bersih setempat, Nia Daeng Manisi, setiap hari warga transmigran datang ke rumahnya untuk membeli air.

"Setiap hari ada saja orang yang beli. Air pakai sumur bor," kata Nia.

Adapun lebih dari 20 kepala keluarga asal Kabupaten Jeneponto menetap di Dusun Malelaya, Kabupaten Takalar, sejak 10 tahun terakhir. Warga pun berharap ada bantuan air bersih dari pemerintah.


Editor : Rizky Agustian

BERITA TERKAIT