LUWU UTARA, iNews.id – Banjir masih merendam ratusan rumah di Desa Malangke, Kecamatan Malangke, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan. Banjir yang dipicu oleh jebolnya tanggul utama tersebut sudah berlangsung selama dua bulan dan hingga kini belum ada tanda-tanda surut.
Imbas banjir tersebut, sebanyak 1.400 jiwa terisolasi. Mereka harus hidup dengan kualitas udara lembap dan genangan air keruh.
Tidak hanya melumpuhkan sektor domestic, banjir juga merendam sejumlah fasilitas umum vital milik desa, mulai dari akses jalan, tempat ibadah, hingga merusak puluhan hektare lahan pertanian produktif warga. Alhasil, perputaran ekonomi masyarakat setempat kini lumpuh total.
Warga korban banjir, Mustafa, mengeluhkan lambatnya penanganan infrastruktur tanggul yang membuat penderitaan warga menjadi berlarut-larut.
"Kami sudah dua bulan hidup di dalam air. Mau beraktivitas normal tidak bisa, mau bertani juga lahan semuanya tenggelam. Kami sangat berharap pemerintah segera memperbaiki tanggul yang jebol itu karena kalau dibiarkan, banjir ini tidak akan pernah surut," keluh Mustafa, Rabu (10/6/2026).
Sekretaris Desa Malangke, Linda mengaku, pemerintah desa telah berulang kali melaporkan dampak masif banjir tersebut ke tingkat kabupaten dan dinas terkait, namun penanganan di lapangan dinilai belum menyentuh akar masalah.
"Data riil kami ada 300 rumah dan sekitar 1.400 jiwa yang terdampak langsung. Selain logistik bantuan makanan, yang paling mendesak dibutuhkan warga saat ini adalah penanganan serius dari pemerintah daerah untuk menambal tanggul Sungai Rongkong yang jebol. Jika tanggul itu belum dibenahi, permukiman kami akan terus terendam setiap kali hujan turun," papar Linda.
Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait