Warga Samata Gowa Tolak Pemakaman Jenazah Pasien Corona, Polisi Tangkap 4 Provokator

Bugma, Sindonews ยท Kamis, 02 April 2020 - 22:46:00 WITA
Warga Samata Gowa Tolak Pemakaman Jenazah Pasien Corona, Polisi Tangkap 4 Provokator
Puluhan warga menolak pemakaman pasien corona di Pekuburan Samata di Jalan Maccanda, Kelurahan Samata, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulsel, Kamis (2/4/2020). (Foto: iNews/Bugma)

SAMATA, iNews.id – Puluhan warga menolak pemakaman pasien diduga terinfeksi virus corona di Pekuburan Samata milik Pemprov Sulawesi Selatan (Sulsel), di Jalan Maccanda, Kelurahan Samata, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Kamis (2/4/2020). Pascapenolakan itu, Polres Gowa langsung mengamankan empat warga.

Menurut Kasat Reskrim Polres Gowa AKP Jufri Natsir, keempat warga tersebut diamankan karena dianggap sebagai provokator penghadangan ambulans yang membawa jenazah pasien diduga terinfeksi virus corona dan menolak jenazah dimakamkan di Pekuburan Samata. Saat ini, keempat warga diperiksa di Mapolres Gowa.

“Kami telah mengamankan empat orang warga. Sementara masih kami periksa, masih lidik,” kata Jufri, Selasa (2/4/2020).

Puluhan warga Samata sebelumnya menghadang mobil ambulans di Jalan Macanda. Mobil ambulans tersebut membawa jenazah berjenis kelamin perempuan dan mobil pengawal bertuliskan Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Sulsel. Begitu tiba di lokasi, puluhan warga berteriak-teriak menolak pemakaman.

Warga setempat menutup jalan dengan batang pepohonan, bahkan membakar ban. Warga menolak Pekuburan Samata dijadikan lokasi pemakaman pasien PDP maupun pasien positif virus corona karena lokasinya tepat di depan rumah mereka.

Keluarga yang khawatir jenazah keluarganya tak bisa dimakamkan terlibat adu mulut dengan warga setempat. Untuk menghindari kericuhan, petugas kepolisian dan aparat TNI yang mengawal jenazah terpaksa berbalik arah. Rombongan pergi meninggalkan lokasi Pemakaman Samata lalu mencari lokasi pemakaman lain.

"Sebelumnya pemerintah bilang menjamin tidak akan ada pemakaman jenazah pasien Covid-19 di sini, nyatanya hari ini ada dan ini masih akan ada lagi nanti," kata salah seorang warga setempat.

Sementara itu, personel gabungan menjaga ketat wilayah pemakaman tersebut. Sebanyak 60 personel gabungan masih disiagakan di lokasi yang terdiri atas Polres Gowa, Kodim 1409 Gowa, serta Satuan Polisi Pamong Praja Gowa.

“Warga memang sudah meninggalkan lokasi. Tapi kami masih terus menjaga,” kata Dandim 1409 Gowa, Letkol Arh Muh Suaib.

Dandim Gowa menyesalkan tindakan warga yang menolak pemakaman warga. Dia meminta masyarakat ikut bekerja sama memerangi Virus Corona atau Covid-19 yang mewabah.

“Kita berharap warga sekitar paham tentang kondisi saat ini, negara dalam darurat Covid-19 yang harus diperangi bersama. Bukan justru menentang pemerintah,” katanya.

Menyikapi penolakan masyarakat, Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan yang dikonfirmasi menjawab singkat. “Sedang kami diskusikan,” katanya.

Editor : Maria Christina

Follow Berita iNewsSulsel di Google News

Bagikan Artikel: