Viral, Warga dan Sejumlah Anggota Brimob Cekcok di Lokasi Wisata Polewali Mandar

Huzair Zainal ยท Selasa, 21 Januari 2020 - 12:40 WITA
Viral, Warga dan Sejumlah Anggota Brimob Cekcok di Lokasi Wisata Polewali Mandar
Video viral saat warga terlibat bentrok dengan sejumlah anggota Brimob di lokasi wisata Polewali Mandar. (Foto: iNews/Huzair Zainal).

MAKASSAR, iNews.id - Warga di lokasi wisata Salupanjang, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat (Sulbar), terlibat bentrok dengan sejumlah anggota Brimob Polda Sulbar. Dalam insiden tersebut, polisi melepaskan tembakan peringatan untuk membubarkan massa.

Keributan antara warga dan sejumlah anggota Brimob Polda Sulbar viral di media sosial. Warga adu mulut dengan polisi yang menenteng senjata api, membuat suasana tampak tegang.

"Datang temannya mau menembak (senjata api)," kata seseorang di balik video viral yang diterima iNews, Selasa (21/1/2020).

Tidak diketahui pasti penyebab keributan terjadi. Namun ada satu video beredar diduga menjadi pemicu bentrok. Ketika itu, seorang warga dan anggota Brimob terlibat cekcok, lalu anggota itu tampak akan menyerang warga dengan senapan laras panjang.

BACA JUGA: Residivis Jambret Antarkabupaten di Sulsel Ditembak Polisi karena Berusaha Kabur

Pantauan iNews, awalnya ada beberapa polisi yang mencoba melerai warga, namun suasana memanas saat rombongan lain anggota Brimob mendatang lokasi keributan.

Warga pun mulai banyak berdatangan dan berusaha melakukan perlawanan ke petugas. Anggota Brimob lalu melepaskan tembakan peringatan berkaki-kali untuk membubarkan warga.

Sejumlah ibu-ibu yang berada di lokasi terlihat histeris saat mendengar suara tembakan tersebut. Tidak lama, anggota Brimob meninggalkan lokasi dan disoraki oleh warga di sana.

BACA JUGA: Bikin Kesal, Jambret Ponsel di Rumah Sakit Makassar Selalu Bohongi Polisi

Kapolres Polewali Mandar, AKBP M Rifai, meminta maaf kepada warga atas terjadinya keributan tersebut. Menurut dia, insiden yang terjadi pada Senin (20/1/2020) sore sudah berujung damai antara pihak Brimob dan warga setempat.

"Ini hanya masalah kesalahpahaman terkait adanya retribusi di tempat tersebut," ujar dia.

Selain itu, Rifai juga berencana mendatangi kantor desa untuk bertemu dengan warga dan memastikan kalau peristiwa keributan kemarin sudah disepakati selesai.

"Besok saya ke kantor desa untuk menjelaskan ke masyarakat kalau masalah ini sudah selesai," katanya.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal