Viral Pemotor di Makassar Lepas Tangan Sambil Halangi Ambulans, Begini Reaksi Netizen
MAKASSAR, iNews.id – Jagat maya dihebohkan dengan aksi nekat seorang bapak-bapak pengendara sepeda motor di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Pria tersebut terekam kamera melakukan atraksi freestyle lepas tangan sekaligus diduga sengaja menghalangi laju mobil ambulans yang tengah membawa pasien darurat.
Video amatir berdurasi 27 detik yang viral tersebut diketahui diambil di Jalan Poros Baddoka, Kecamatan Biringkanaya, Makassar. Aksi ini pun langsung menuai kecaman pedas dari warganet karena dinilai tidak memiliki empati.
Dalam rekaman tersebut, terlihat pengendara motor matic itu melaju di tengah jalan tanpa menggunakan helm. Sambil mengenakan headset, ia tampak santai melakukan atraksi melepas kedua tangan dari stang motor.
Padahal, tepat di belakangnya terdapat sebuah ambulans yang sudah menyalakan sirine tanda membawa pasien darurat. Alih-alih menepi dan memberikan prioritas jalan, pria tersebut justru tetap bertahan di tengah jalur dan seolah mengabaikan teguran pengendara lain yang melintas.
Akibatnya, sopir ambulans terpaksa memperlambat laju kendaraannya karena akses jalan tertutup oleh aksi berbahaya sang pengendara motor.
Tindakan pria tersebut memicu kemarahan publik setelah videonya tersebar luas. Banyak netizen menilai aksi itu tidak hanya konyol, tetapi juga sangat membahayakan nyawa orang lain, terutama pasien yang berada di dalam ambulans.
"Tidak punya empati, nyawa orang jadi taruhan cuma buat gaya-gayaan," tulis salah satu komentar warga internet yang geram.
Menanggapi video viral tersebut, Kapolsek Biringkanaya, AKP Setiawan Malik menegaskan, tindakan tersebut jelas-jelas melanggar aturan lalu lintas.
"Aksi lepas tangan dan menghalangi kendaraan darurat jelas melanggar aturan. Kami mengimbau seluruh pengendara agar selalu mengutamakan keselamatan dan memberikan prioritas kepada ambulans," ujar AKP Setiawan Malik, Minggu (10/5/2026).
Saat ini, pihak kepolisian tengah mendalami video tersebut untuk mengidentifikasi pengendara tersebut.
Editor: Kastolani Marzuki