LUWU UTARA, iNews.id – Seorang anak umur tiga tahun dari Desa Talung Indah, Kecamatan Sukamaju, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan (Sulsel) meninggal dengan usus keluar usai dirawat di rumah sakit. Kisahnya yang viral di media sosial memunculkan dugaan adanya malapraktik yang dilakukan tenaga medis.
Akila meninggal di Rumah Sakit Hikma Masamba, Luwu Utara, Sulsel, Rabu (9/10/2019) dini hari. Usus dari putri pasangan Suparni dan Mariati ini keluar dari sela jahitan usai lima kali keluar masuk ruang operasi.
Polisi Masih Periksa Saksi-Saksi Kasus Dugaan Malapraktik Bayi Zahra
Sebenarnya, Akila menjalani total tujuh kali operasi karena menderita usus terlipat atau intususepsi. Sebanyak lima kali operasi dilakukan di RS Hikma Masamba dan dua kali di RSU Sawerigading Palopo, Sulsel.
Menanggapi kejadian itu, Rumah Sakit Hikma Masamba membantah adanya kegagalan operasi atau malapraktik terhadap pasien. Mereka mengaku melakukan tindakan sesuai standar medis dan atas persetujuan orang tua pasien.
Orang Tua Balita Korban Malapraktik di Sidoarjo Menuntut Keadilan
Usus pasien yang harus ditutup dengan plastik saat dirujuk menuju Rumah Sakit Sawerigading Palopo juga dianggap sesuai SOP. Pasalnya jika dibiarkan terkena angin luar, maka usus pasien dapat bengkak dan membusuk.
Dokter RS Hikma Masamba, Suwanto mengatakan, dirinya memang sempat menelpon ayah dari Akila, namun bukan untuk meminta maaf atas kesalahan medis. Suwanto minta maaf karena saat kondisi pasien darurat, dirinya sedang tidak ada di rumah sakit.
Diduga Malapraktik, Balita 21 Bulan Meninggal Usai Disuntik Antibiotik
“Saya melakukan tindakan sesuai prosedur dan kondisi pasien,” katanya di rumah sakit, Jumat (11/10/2019).
Suwanto mengaku sempat memberikan pilihan kepada orang tua pasien apakah akan menunggu kedatangannya, atau merujuk pasien ke RS Sawerigading Palopo termasuk segala resiko yang mungkin terjadi. Orang tua pasien menurut Suwanto memilih agar anaknya dirujuk.
Namun saat pasien sudah dirawat di rumah sakit rujukan, orang tua pasien kembali menelpon Suwanto, agar anaknya dapat kembali dirawat di RS Hikma Masamba.
“Saya bilang, kalau kembali ke sini, besok saya baru sampai ke RS,” katanya.
Suwanto menegaskan, tindakan yang diberikan kepada pasien termasuk Akila, semua atas persetujuan dari pasien atau keluarga pasien.
Menanggapi dugaan masyarakat adanya malapraktik, DPRD Kabupaten Luwu Utara akan memanggil perwakilan rumah sakit untuk menjelaskan kronologi kejadian.
Sebelumnya, kisah meninggalnya Akila yang viral di media sosial memunculkan dugaan adanya malapraktik yang dilakukan tenaga medis. Bahkan orang tua menilai tindakan tenaga medis tidak sesuai prosedur operasi, misalnya usus Akila yang terurai keluar hanya ditangani secara manual oleh perawat tanpa sterilisasi dan tanpa dibawa ke ruang operasi.
Editor: Umaya Khusniah