Tolak Omnibus Law, Mahasiswa Sandera Truk yang Melintas dan Blokade Trans Sulawesi

Saharuddin ยท Rabu, 07 Oktober 2020 - 20:58:00 WITA
Tolak Omnibus Law, Mahasiswa Sandera Truk yang Melintas dan Blokade Trans Sulawesi
Mahasiswa menyandera truk yang melintas untuk memblokade jalan poros Trans Sulawesi, Kabupaten Pangkep, Sulsel, Rabu sore, (7/10/2020). (Foto: iNews/Saharuddin)

PANGKEP, iNews.id - Puluhan orang yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia ( PMII) di Kabupaten Pangkep memblokade jalan poros Trans Sulawesi dengan menyandera mobil truk yang melintas, Rabu sore, (7/10/2020). Massa memblokade jalan sebagai bentuk protes terhadap pengesahan Undang-Undang (UU) Omnibus Law Cipta Kerja.

Aksi mahasiswa yang menyandera truk tersebut membuat sopir marah. Namun, mahasiswa tetap bersikeras untuk menghentikan truk tersebut dengan mendorong dan memukuli truk. Massa PMII akhirnya bisa memblokade dua jalur penghubung, Makassar-Parepare dan sebaliknya, selama kurang lebih satu jam.

Selain memblokade jalan, mahasiswa memanfaatkan truk yang disandera menjadi panggung orasi. Mahasiswa berorasi secara bergantian untuk menolak pengesahan UU Omnibus Law Cipta Kerja yang dianggap merugikan buruh.

Dalam aksi unjuk rasa tersebut menolak UU Cipta Kerja itu, massa juga menyampaikan aspirasi di Jalan Sultan Hasanuddin, Kecamatan Pangkajene, Kabupaten Pangkep. Agar lalu lintas tetap lancar, polisi terpaksa melakukan pengalihan jalur.

Koordinator Lapangan Dandy Aditya menegaskan, aksi mereka sebagai bentuk protes terhadap pengesahan UU Cipta Kerja. Undang-undang itu dinilai tidak berpihak kepada buruh dan rakyat kecil. Mahasiswa mendesak agar Presiden tidak menandatangani UU Cipta Kerja yang telah disahkan DPR dan segera mengeluarkan perppu pembatalan Omnibus Law.

"Kami juga mendesak agar DPRD Kabupaten Pangkep menolak Omnibus Law sebagai bentuk keberpihakan terhadap rakyat. Pemerintah harus membuka ruang partisipasi untuk masyarakat dalam setiap penyusunan dan perubahan kebijakan," ujar Dandi.

Selanjutnya massa aksi beralih menuju Gedung DPRD Pangkep, untuk melanjutkan aksinya. Di depan pagar gedung wakil rakyat itu, massa membakar ban mobil bekas selama dua jam.

Editor : Maria Christina