Teror Sekelompok Guru Perempuan, Pemuda di Polewali Mandar Pamerkan Alat Kelamin

Huzair Zainal ยท Kamis, 13 Februari 2020 - 15:15:00 WITA
Teror Sekelompok Guru Perempuan, Pemuda di Polewali Mandar Pamerkan Alat Kelamin
Seorang pemuda di Polda memamerkan alat kelaminnya kepada guru perempuan. (Foto: iNews/Huzair Zainal).

POLMAN, iNews.id - Seorang pemuda di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat (Sulbar), melakukan teror terhadap sekelompok guru perempuan dengan memerkan alat kelamin. Aksi seperti ini ternyata sudah beberapa kali dilakukan pelaku dan selalu mengincar tenaga pengajar.

Seorang saksi mata, Heri Syarifuddin mengatakan, pemuda yang diketahui berinisial AS (24) ini sudah dua kali dilaporkan melakukan aksi serupa. Dia memamerkan alat kelaminnya saat sejumlah guru perempuan berkumpul di sekitaran sekolah SD wilayah Wonomulyo.

"Jadi awalnya dia tepuk tangan mencari perhatian para guru. Saat mereka melihat ke arah sumber suara, pemuda ini sudah berdiri dan langsung melorotkan celana," kata Heri kepada wartawan di Mapolres Polewali Mandar (Polman), Sulbar, Kamis (13/2/2020).

Kasat Reskrim Polres Polman, AKP Sayiful Isnaini mengatakan, pelaku AS sudah diamankan di rumahnya, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Wonomulyo. Dia ditangkap tanpa melakukan perlawanan ke petugas.

Polisi juga mengamankan barang bukti, di antaranya pakaian, masker, helm dan motor yang dipakai pelaku saat melakukan aksi teror kepada para guru perempuan itu.

"Kami sudah amankan pelaku yang telah melakukan tindakan asusila di depan umum," ujar dia.

Menurut dia, pelaku sudah dua kali beraksi. Pertama pada Agustus 2019 saat para guru pria pergi ke masjid untu Salat Jumat, dan kedua pada Rabu kemarin. Target pelaku perempuan sekaligus guru SD di dekat tempat tinggalnya saat ini.

Sementara AS mengatakan, tidak ada maksud apapun saat melakukan aksinya itu. Dia tiba-tiba spontan ingin menunjukkan alat kemaluannya kepada perempuan di sana, namun dia mengakui, tidak ada motif apapun ketika melakukan perbuatan tersebut.

"Iya, tapi memang saya sedang bernafsu," ujar dia.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal