SMP 22 Bulukumba Disegel Bertepatan dengan HUT Daerah ke-60

Sindonews, Eky Hendrawan ยท Selasa, 04 Februari 2020 - 17:20 WITA
SMP 22 Bulukumba Disegel Bertepatan dengan HUT Daerah ke-60
Sekolah SMP 22 Bukumba disegel akibat dugaan kasus sengketa lahan. (Foto: Sindonews).

BULUKUMBA, iNews.id - Sebuah sekolah SMP di wilayah Kajang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel), disegel akibat dugaan kasus sengketa lahan. Insiden ini bertepatan dengan perayaan hari jadi atau HUT ke-60 daerah tersebut, Selasa (4/2/2020).

Sekolah tersebut yakni SMPN 22 di Dusun Ganta, Desa Bonto Biraeng, Kecamatan Kajang. Kasus ini sudah berawal sejak 2006 silam dan diketahui telah tujuh kali disegel Andi Asiah (65) yang mengaku telah memenangkan gugatan di Pengadilan Negeri Bulukumba pada 23 Mei 2018.

Penggugat, Asiah mengatakan, dalam putusan pengadilan menyatakan, pihak tergugat dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Bulukumba harus membayar ganti rugi Rp3, 850 Miliar atas lahan tersebut.

"Sampai sekarang Pemkab Bulukumba belum juga memenuhi janji tersebut, maka dari dasar itu kami menutup lahan ini," kata Andi kepada wartawan di Kabupaten Bulukumba, Sulsel.

Asiah mengaku, telah menunjukkan niat baiknya selaku pemilik lahan dengan membuka segel sekolah untuk menghargai tenaga pendidik yang ada di sekolah tersebut. Namun pemkab tetap tidak memberikan reaksi untuk memenuhi janjinya.

Karena itu, dia selaku pemilik lahan menyegelnya kembali. Padahal jalan terbaik telah ditawarkan untuk menghargai proses pendidikan. Dia pun mengaku terpaksa menempuh cara-cara penyegelan kembali.

"Pemkab tetap saja membohongi dan mempermainkan kami sebagai pemilik lahan. Karena itu kami menyegel kembali sekolah tersebut," ujar dia.

Sementara Kepala Bidang Pertanahan Kabupaten Bulukumba, Aco Bahar, menyebut kasus ini sudah ditangai Mahkamah Agung RI, karena pemkab selaku tergugat akan mengajukan peninjauan kembali (PK).

"Kami dari Pemkab Bulukumba akan mengajukan PK untuk kasus SMPN 22 Bulukumba yang disegel ketujuh kalinya oleh pemilik lahan," kata Aco Bahar.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal