Sindikat Penipuan Berkedok Undian Berhadiah Ditangkap Polisi

Yoel Yusvin ยท Jumat, 04 Mei 2018 - 07:58 WIB
Sindikat Penipuan Berkedok Undian Berhadiah Ditangkap Polisi
Dua terduga pelaku penipuan modus undian berhadiah yang ditangkap petugas gabungan. (Foto: iNews/Yoel Yusvin)

MAKASSAR, iNews.id – Sindikat penipuan berkedok undian berhadiah ditangkap petugas gabungan Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Polres Metro Jakarta Selatan. Penangkapan itu dilakukan di dua lokasi berbeda, yakni di Kabupaten Sidrap dan Pinrang, Sulsel, Jumat (4/5/2018) dini hari.

Informasi yang dihimpun iNews, pengungkapan kasus itu berdasarkan hasil pengembangan polisi terhadap sejumlah laporan masyarakat. Aksi penipuan para pelaku selama ini telah meresahkan.

Kedua pelaku sindikat penipuan yang diamankan yakni AR alias Rudi, warga Kampung Samalangi, Sidrap, dan AM alias Adul, warga Kecamatan Watang Sawito, Pinrang. Mereka diamankan tanpa perlawanan di lokasi persembunyiannya. Selain menangkap keduanya, polisi juga menyita ratusan modem lengkap dengan kartu prabayar, tiga buah ponsel, enam laptop dan sejumlah peralatan elektronik lain yang digunakan untuk beraksi.

Pelaku penipuan, Rudi berkilah, dia baru tiga bulan menjalankan penipuan daring (online) bermodus pesan singkat (SMS) berhadiah. Tiap harinya, mereka menyebarkan SMS palsu ke ribuan pengguna ponsel secara acak.

“Tugas saya hanya menyediakan kartu GSM untuk menghubungi calon korban. Soal lainnya, semua yang tahu bos,” katanya.

Dalam isi pesan singkat yang dikirim secara acak itu, pelaku menyebarkan informasi calon korban memenangkan uang tunai dari hasil undian berhadiah. Untuk bisa mengklaimnya, korban harus terlebih dahulu membayar pajak atas nilai hadiah tersebut.

Calon korban yang merespons SMS tersebut akan terus dihubungi pelaku agar segera mentranferkan sejumlah uang. Mereka juga menuntun korban memasuki anjungan tunai mandiri (ATM) dan memberi tahu cara untuk mengklaim hadiah tersebut.

Setelah berhasil memberdayai korban, kedua pelaku langsung memblokir nomor dari korbannya agar tak dapat dihubungi lagi. “Saya hanya orang baru, bagian saya urus kartu prabayar,” tuturnya.

Untuk penyelidikan lebih lanjut, kedua pelaku selanjutnya akan dibawa ke Mapolres Metro Jakarta Selatan. Mengingat kebanyakan korban para pelaku ada di wilayah tersebut. Polisi juga masih akan menyelidiki untuk mengungkap aktor utama penipuan bermodus pesan berhadiah tersebut.


Editor : Donald Karouw