Selesai Direhabilitasi, Pasar Balang-Balang di Sungguminasa Bisa Tampung 368 Pedagang

Sindonews.com ยท Minggu, 23 Februari 2020 - 14:40 WIB
Selesai Direhabilitasi, Pasar Balang-Balang di Sungguminasa Bisa Tampung 368 Pedagang
Rehabilitasi Pasar Sentral Balang-Balang selesai. Kini bisa tambung 368 pedagang. (Foto: Sindonews.com)

SUNGGUMINASA, iNews.id – Revitalisasi Pasar Sentral Balang-balang di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan telah selesai. Sebanyak 368 pedagang bisa kembali berjualan dengan nyaman.

"Tahun 2020 ini, pasar besar tersebut sudah rampung dan segera diresmikan. Sekarang sementara penataan pedagang untuk menempati los dan kios yang sudah tersedia," kata Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Gowa, Andi Sura Suaib Minggu (23/2/2020).

Menurutnya, revitalisasi pasar yang dilakukan sejak 2019 itu menelan biaya hingga Rp6 miliar. Setelah direvitalisasi, jumlah los dan kios yang tersedia di pasar sebanyak 200 unit. Sedangkan pedagang yang akan diatur sebanyak 368 orang.

Sehingga untuk menampung para pedagang, dibuat los di beberapa tempat yang masih kosong.

Dia memaparkan, revitalisasi ini bertujuan untuk menampung para pedagang yang selama ini menempati pasar lama dan lahan parkiran, bahkan beberapa menempati akses jalan pembeli dan pinggir jalan depan pasar.

Pedagang yang belum mendapat tempat, kata dia, untuk sementara diminta berjualan di pinggiran los atau kios sambil menunggu penempatan bagi mereka.

"Kami berharap setelah selesai penempatan pedagang, tidak ada lagi yang menempati akses-akses untuk pembeli atau jalanan dalam pasar maupun jalan raya depan pasar," katanya.

Dalam pasar tersebut, para pedagang sayuran sebagian besar telah menempati los. Sementara pedagang ikan masih menempati tempat lama menunggu pengaturan lebih lanjut.

Lahan parkiran yang dipakai sementara menjual selama revitalisasi terlaksana kini mulai dikosongkan. Sementara para pedagang kue-kue menempati emperan koridor gedung sambil menunggu pengaturan lebih lanjut.

Dia berharap, dengan terpakainya gedung baru pasar ini, maka kenyamanan pembeli maupun pedagang bisa tercipta.

"Kita pahami bahwa pasar itu identik dengan semrawut dan kumuh dikarenakan aktivitas para pedagang, namun kita mencoba menampilkan keindahan dan kebersihan dengan menata ruang-ruang penjualan baik lapak maupun lods dan kios-kios " katanya.


Editor : Reza Yunanto