Sedimentasi Hasil Tambang Jadi Ancaman Cekdam Bili-bili di Gowa

Muhammad Arham Hamid · Selasa, 29 Desember 2020 - 09:45:00 WITA
Sedimentasi Hasil Tambang Jadi Ancaman Cekdam Bili-bili di Gowa
Pemantauan Cekdam dari udara. (Foto: Istimewa).

MAKASSAR, iNews.id - Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Nurdin Abdullah, menilai sedimentasi hasil galian tambang menjadi ancaman bagi Cekdam Bili-bili di Kabupaten Gowa. Kondisi ini membuat tanggul tersebut tak mampu berfungsi normal.

"Sedimentasi menuju ke Cekdam, kita berharap penambangan sudah harus dikendalikan," kata Nurdin dalam keterangannya di Kota Makassar, Sulsel, Senin (28/12/2020).

Menurut dia, selain Cekdam Bili-bili, Cekdam Jenelata juga menjadi ancaman baru bagi masyarakat. Karena itu, diharapkan pembangunannya ini dapat segera rampung. 

"Karena terus terang ancaman baru kita ini adalah Jenelata. Makanya kita berharap Jenelata bisa lebih cepat lagi dibangun, supaya betul-betul Makassar ini bisa terproteksi dengan baik," ujarnya. 

Yang paling penting, lanjut Nurdin, setelah pembangunan Cekdam Kelara di Kabupaten Jeneponto, akan memiliki pengaruh positif ke masyarakat. Karena akan mengairi lahan seluas 31.000 hektare tadah hujan menjadi lahan irigasi teknis. 

"Kebutuhan air buat sektor pertanian baik di Gowa, Takalar, demikian juga Kelara, sebenarnya bendungan Kelara sudah harus digenangi. Tinggal kepedulian, keseriusan kita masyarakat yang bermukim di genangan ini," ujarnya.

Editor : Andi Mohammad Ikhbal