Rumah Makan di Makassar Ditutup Paksa, Pemilik Adu Mulut dengan Tim Gabungan

Leo Muhammad Nur ยท Minggu, 21 Februari 2021 - 09:58:00 WITA
Rumah Makan di Makassar Ditutup Paksa, Pemilik Adu Mulut dengan Tim Gabungan
Tim gabungan mendapat perlawanan pemilik rumah makan yang ditutup paksa, Sabtu (20/2/2021). (Foto: iNews/Leo Muhammad Nur)

MAKASSAR, iNews.id - Tim gabungan menutup rumah makan dan tempat hiburan malam di Makassar, Sulawesi Selatan yang masih buka melewati jam batas operasional pukul 22.00 Wita. Tindakan penertiban itu mendapat perlawanan dari pemilik usaha.

Penertiban dilakukan pada Sabtu (20/2/2021) malam oleh tim gabungan Satpol PP, Polri, dan TNI yang menyisir lokasi keramaian di Makassar setelah pukul 22.00 Wita.

Sejumlah rumah makan yang kedapatan masih buka dan melayani pelanggan diminta tutup. Begitu juga dengan Tempat Hiburan Malam (THM) yang kedapatan masih buka melewati jam batas operasional.

Penutupan tersebut sempat mengalami kendala. Salah satu rumah makan di Jalan Penghibur yang disesaki oleh pengunjung menolak untuk menutup usahanya. Pemilik rumah makan sempat adu mulut dengan tim gabungan.

"Ada beberapa tempat yang memang masih ada aktivitas lewat pukul 22.00 kita minta tutup," kata Kasubag Humas Polrestabes Makassar, Kompol Edy Supriady.

Dia mengatakan, operasi penertiban ini akan terus dilakukan. Selain berdasarkan Maklumat Kapolri, penertiban juga berdasarkan Peraturan Wali Kota (Perwali) Makassar yang telah melarang aktivitas keramaian di atas pukul 22.00 untuk menekan penyebaran Covid-19.

Bagi rumah makan yang terpaksa harus melayani pembeli melewati jam operasional, disarankan untuk tidak menyediakan tempat duduk dan hanya melayani pesan antar.

"Untuk rumah makan pastikan kalau masih ada pelayanan tidak ada tempat duduk atau dibungkus saja. Hal ini akan kita lakukan terus-menerus," ujarnya.

Dalam operasi penertiban tersebut, sejumlah pemilik usaha dan pengunjung yang kedapatan tidak menaati protokol kesehatan langsung ditindak oleh Satpol PP dengan sanksi administratif berdasarkan Perwali.

Selain menyasar rumah makan dan tempat hiburan malam, tim gabungan juga menyatroni sejumlah lokasi yang menjadi tempat nongkrong anak muda di Makassar. Kerumunan tersebut juga dibubarkan paksa karena melanggar protokol kesehatan,

Editor : Reza Yunanto