Ribuan Warga Luwu Terisolasi Dua Pekan akibat Tebing Longsor

Nasruddin ยท Senin, 27 November 2017 - 15:28:00 WITA
Ribuan Warga Luwu Terisolasi Dua Pekan akibat Tebing Longsor
Jalan di Desa Lajang, Kecamatan Latimojong, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan (Sulsel), yang longsor. (Foto: iNews/Nasruddin)

LUWU, iNews.id – Ribuan warga di 10 desa terisolasi akibat akses jalan antara kecamatan di Desa Lajang, Kecamatan Latimojong, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan (Sulsel), terputus setelah terbawa material tanah longsor. Hingga saat ini, belum ada perhatian serius dari pemerintah setempat untuk membuka akses jalan yang menjadi tebing.

Warga hanya membuka akses jalan setapak untuk dilalui pejalan kaki dan roda dua di area bekas longsoran. Kondisi ini membuat warga yang melintas harus waspada karena maut mengintai mereka jika longsor susulan kembali terjadi. Diketahui tebing yang longsor setinggi 200 meter dengan panjang sekitar 100 meter.

Menurut pengakuan warga yang sempat melintasi lokasi longsor, mereka harus melintasi lokasi tanah longsor melalui jalan setapak yang sangat berbahaya karena jalan alternatif lain sangat jauh. Ke-10 desa yang terisolasi yakni, Desa Ulusalu, Desa Lajang, Desa Lambanan, Desa Tibussan, Desa Sarek, Desa Bone Posi, Desa Tolajok, Desa Buntu Arua, Desa Patikala, serta Desa To’barru, di Kecamatan Latimojong, Luwu.

Salah seorang warga Desa Lajang, Ayub mengungkapkan, untuk melintasi tanah longsor, harus membayar Rp10.000 per motor. Jalan setapak tersebut dibuat oleh warga setempat. “Di sini sering longsor, membuat jalan setapak dari gotong royong warga,” ujarnya.

Warga berharap Pemkab Luwu, Sulsel, segera menurunkan alat berat untuk membuka akses jalan. Ini mengingat material longsor yang bercampur bebatuan menutup penuh akses jalan di 10 titik sehingga warga tidak bisa mengevakuasi material menggunakan peralatan seadanya.

Editor : Muhammad Saiful Hadi

Follow Berita iNewsSulsel di Google News

Bagikan Artikel: