Resmikan Balai Riset Ikan, Edhy Prabowo: Nanti Ketahuan Mana Ikan yang Akan Punah

Bambang Irawan ยท Senin, 27 Januari 2020 - 21:30 WIB
Resmikan Balai Riset Ikan, Edhy Prabowo: Nanti Ketahuan Mana Ikan yang Akan Punah
Menteri KKP Edhy Prabowo (kanan) dan Gubernur Sumsel Herman Deru (iNews/Bambang Irawan)

PALEMBANG, iNews.id - Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo meresmikan gedung The Southeast Asian Fisheries Develoment Center (SEAFDEC) dan Balai Riset Perikanan Perairan Umum dan Penyuluhan Perikanan (BRPPUPP). Menurut Edhy ini merupakan fasilitas untuk melestarikan berbagai spesies ikan.

Edhy menambahkan, gedung SEAFDEC dan BRPPUPP ini merupakan salah satu cara untuk menjaga keberlangsungan 200 spesies ikan untuk dikembangkan.

"Fasilitas ini ada di beberapa negara ASEAN. Namun, kita (Indonesia) khusus wilayah perairan umum. Sumsel wilayah rawa dan perairan umum. Kita punya danau dengan 228 spesies ikan," kata Edhy di Palembang, Senin (27/1/2020).

Edhy menambahkan, gedung SEAFDEC ini sebagai pusat mencari informasi terkait dengan perikanan terutama yang ada di Palembang.

"SEAFDEC punya peran meneliti semua spesies yang ada di sini. Ada 228 spesies, nanti ketahuan mana yang punah," kata dia.

BACA JUGA: Edhy Prabowo Ingin Wilayah Sungsang Jadi TPI Strategis

Selain itu, kata Edhy, gedung tersebut dapat juga dijadikan sebagai pusat informasi terkait dengan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

"Nanti KKP juga akan membantu ini juga sebagai pendampingan. Tidak perlu pakai agunan. Agunannya ya usahanya itu. Selama digunakan untuk kegiatan usaha," ujar Edhy.

Menurut dia, Sumsel ini agak unik karena ada namanya lebak lebung. Sumsel punya pancingan ikan yang paling besar. Bahkan ada jenis ikan serandang yang hidup di sungai. Airnya dapat diminum. Nah sekarang perlu dicari tahu di mana adanya ikan serandang ini.

Sementara itu, Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan, keberadaan gedung SEAFDEC akan melengkapi fasilitas dalam pengembangbiakan ikan di Sumsel.

"Diresmikan balai riset untuk pertahankan spesies tadi. Tanpa penelitian yang benar, sulit kita untuk mendistribusikan bibit yang tepat. Cocok kah airnya? Cocokah alamnya? Ini berdasarkan rekomendasi dari balai riset ini," kata Herman saat mendampingi Edhy.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto