Residivis Pencurian di Tempat Kerja Menangis usai Ditembak Polisi di Makassar

Muhammad Nur Bone ยท Sabtu, 11 Januari 2020 - 11:07 WIB
Residivis Pencurian di Tempat Kerja Menangis usai Ditembak Polisi di Makassar
Christe Kaeng (23), pelaku pencurian di tempat kerja di Makassar, Sulsel ditembak kaki lantaran berusaha kabur saat ditangkap. (Foto: iNews/Muhammad Nur Bone)

MAKASSAR, iNews.idResidivis pencurian di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) terpaksa ditembak di bagian kaki lantaran berusaha kabur saat akan digiring ke Posko Resmob Polsek Panakkukang, Makassar. Pelaku menangis kesakitan sembari minta ampun saat ditangkap.

Christe Kaeng (23) ditangkap polisi atas kasus pencurian sepeda motor dan uang tunai di tempat kerja. Polisi lantas meminta pelaku menunjukkan lokasi penyimpanan barang curian.

Sayangnya, usai menemukan barang bukti, laki-laki bertubuh gempal ini justru berusaha kabur. Tembakan peringatan juga tak diindahkan sehingga petugas terpaksa melakukan tindakan tegas terukur terhadap pelaku.

Menurut Panit Resmob Polsek Panakkukang, Ipda Robert Hariyanto Siga, pelaku mendorong polisi lalu berusaha kabur. “Akibat tindakan pelaku, petugas mengambil langkah tegas terukur sebanyak satu kali,” katanya, Selasa (7/1/2020).

BACA JUGA: Petugas Ringkus Pelaku Curanmor di Padang saat Akan Transaksi

Robert mengatakan mulanya pelaku melamar kerja. Saat sudah diterima, pelaku memanfaatkan kepercayaan yang diberikan oleh majikan untuk melakukan pencurian.
“Setelah beberapa hari diterima kerja, pelaku melakukan aksi pencurian,” katanya, Jumat (10/1/2020) malam.

Terakhir, pelaku melamar kerja di sebuah rumah makan di Jalan Urip Sumiharjo, Kota Makassar. Selain menggasak sepeda motor, berdasar rekaman kamera CCTV, pelaku juga mengambil uang jutaan rupiah di kasir.

“Pelaku merupakan residivis kasus yang sama di Manado, Sulawesi Utara, yakni spesialis pencurian di tempat kerja,” katanya.

BACA JUGA: Suaminya Dipenjara, Ibu Muda di Jambi Ini Gabung Sindikat Curanmor

Untuk mengeluarkan proyektil dari kakinya, dengan menggunakan mobil patrol, pelaku dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar. Selama mendapat perawatan, pelaku juga mengerang kesakitan.

Usai menjalani perawatan medis, pelaku digiring ke Mapolsek Panakkukang untuk proses hukum lebih lanjut. Sebelumnya, pelaku ditangkap di warung internet di Jalan Abdullah Daeng Sirua, Kota Makassar saat bermain game online.

Penangkapan pelaku membutuhkan waktu kurang dari 24 jam usai petugas melakukan olah TKP dan penyelidikan. Akibat perbuatannya, pelaku akan dijerat dengan pasal 372 dan 362 KUHP dengan ancaman kurungan delapan tahun penjara.


Editor : Umaya Khusniah