get app
inews
Aa Text
Read Next : Pemuda di Kupang NTT Perkosa Penyandang Disabilitas hingga Pendarahan

Rayakan Hari Disabilitas, Difabel Mendaki Gunung Sesean Toraja

Minggu, 03 Desember 2017 - 04:00:00 WITA
Rayakan Hari Disabilitas, Difabel Mendaki Gunung Sesean Toraja
Dua pendaki penyandang disabilitas terlihat antusias mendaki Gunung Sesean di Kabupaten Toraja Utara, Sabtu (2/12/2017). Pendakian tersebut dalam rangka memperingati Hari Penyandang Disabilitas Sedunia pada 3 Desember. (Foto: iNews/Jufri)

MAKASSAR, iNews.idPenyandang disabilitas di Kota Makassar merayakan Hari Disabilitas Internasional yang jatuh pada 3 Desember, dengan mendaki Gunung Sesean, Kabupaten Toraja Utara. Sembilan penyandang disabilitas bersama sekitar 70 orang penggiat alam bebas berhasil menggapai puncak gunung, Sabtu, 2 Desember 2017.

Tim yang tergabung dalam Tim Pendakian Bersama Difabel Menembus Batas Part II tersebut berangkat dari kaki gunung sekitar pukul 15.00 Wita dan tiba di puncak dalam waktu tiga jam. Sebelum memulai pendakian gunung setinggi 2.100 mdpl, para pendaki dibagi dalam tim kecil yang terdiri atas 5-6 orang penggiat alam bebas dan satu penyandang disabilitas.

Tim mencapai puncak Gunung Sesean saat petang. Cuaca yang relatif cerah mendukung pendakian. Bagi para penyandang disabilitas, mengikuti kegiatan yang masih tergolong ekstrem itu memberikan sensasi tersendiri. Setiap peserta ingin membuktikan bahwa kaum difabel tidak bisa dipandang sebelah mata.

“Kami ingin perlihatkan kaum difabel juga bisa mendaki gunung. Selama ini, kami selalu dipandang sebelah mata. Kami berharap dengan kegiatan ini bisa mendapat perhatian publik lebih luas. Kami butuh dukungan pemerintah, bukan hanya materi, tapi juga dorongan moril,” ungkap difabel daksa, Agus di puncak Gunung Sesean.

Sementara difabel buta, Abdul Rahman mengaku sangat bersyukur karena bisa mendaki sampai ke puncak Gunung Sesean. Selama pendakian gunung, dia bergerak sesuai instruksi dari pendampingnya yang berada di depan, samping, dan belakangnya. “Kalau pendamping mengatakan kanan, maka saya akan berjalan ke arah kanan. Saya juga sempat tergelincir karena lambat menerima instruksi,” ungkap Abdul Rahman.

Abdul Rahman memiliki sekitar 30 persen penglihatan. Namun, itu tidak menjadi penghalang baginya untuk mendaki gunung. Terbukti selain sukses menggapai puncak Gunung Sesean, saat peringatan Hari Penyandang Disabilitas Internasional 2016 lalu, dia juga telah mencapai puncak Latimojong, Enrekang.

“Saya sudah tidak mengalami kesulitan dalam orientasi mobilitas karena instruksinya tepat. Berbeda dengan pendakian Latimojong. Kadang instruksinya tidak tepat. Saat itu juga masih ditarik pakai tali yang dililit di pinggang. Di Sesean ini, saya hanya pakai pengaman panjat tebing dan tidak ditarik,” kata Abdul Rahman.

Menurut dia, pendakian kali ini lebih baik karena dia telah belajar dari pengalaman saat mendaki Latimojong. Dia pun tidak menyangka bisa sampai ke puncak Sesean dalam waktu tiga jam. Tim sebelumnya memprediksi perjalanan membutuhkan waktu empat hingga lima jam untuk tiba di puncak. Rencananya, hari ini tim akan menggelar upacara di puncak Gunung Sesean ntuk memperingati Hari Penyandang Disabilitas Internasional 2017.

Editor: Maria Christina

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut