get app
inews
Aa Text
Read Next : Puluhan Rumah Rusak hingga Ambruk Terdampak Gempa M 4,6 di Batang, Sejumlah Warga Luka

Puluhan Rumah di Kolaka Utara Terendam Banjir dan Jembatan Antardesa Putus

Rabu, 29 Maret 2023 - 13:37:00 WITA
Puluhan Rumah di Kolaka Utara Terendam Banjir dan Jembatan Antardesa Putus
Jembatan penghubung antardesa di Kolaka Utara putus setelah diterjang banjir. (Foto: Muh Rusli/iNews)

KOLAKA UTARA, iNews.id - Hujan deras yang terjadi di Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara (Sultra) sejak Selasa (28/3/2023) malam hingga Rabu (29/3/2023) dini hari mengakibatkan puluhan rumah warga di empat desa terendam banjir. Bukan itu saja, jembatan penghubung antardesa sepanjang 12 meter terputus.

Adapun empat desa yang terendam banjir yakni Tojabi, Rantelimbong, Patowonua dan Sulaho.

Kades Tojabi, Sukirman mengatakan, sebanyak 50 rumah di desanya terendam banjir akibat sungai meluap karena tersumbat sampah pepohonan. Ketinggian air mencapai lutut orang dewasa. 

"Dekker jalan Trans Sulawesi di Dusun IV perlu ditinggikan karena terlalu rendah dan selalu tersumbat saat arus deras. Saya harap pemprov cepat tangani sebelum kami kebanjiran lagi," katanya. 

Adapun di Dusun IV Desa Sulaho menurut Kepala Dusun setempat, Abdullah mengungkapkan tercatat sebanyak 20 rumah terdampak limpasan air bercampur lumpur dari pertambangan setempat. 

Ketinggian air, kata dia, terparah mencapai paha orang dewasa. Banjir berlangsung selama tiga jam lamanya. 

"Di sini warga jadi langganan banjir lumpur setiap tahun," ungkapnya.

Di Desa Patowonua tercatat sebanyak 11 rumah terendam dan tujuh di antaranya direndam air dengan ketinggian hingga lutut orang dewasa. 

Desa dalam Ibu Kota Lasusua ini kerap terendam banjir dari limpasan air yang berasal dari Desa Watuliwu, Arah Kantor Pos Lasusua serta dari jalan Landumaka. 

"Dari tiga arah dan semua tertampung di desa kami. Drainase tidak mampu menampung volume air dan meluap ke jalan-jalan hingga masuk ke rumah warga," jelas Kades Patowonua, Musliadi.

Di wilayahnya, kata dia, terdapat banyak drainase perumahan penduduk tidak memiliki muara dan hanya menjadi tempat genangan air. 

Bahkan, ada beberapa titik sengaja ditimbun untuk lalu lalang kendaraan pengangkut material pembangunan rumah.

Sedangkan di Desa Rantlimbong terdapat tujuh rumah terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 30 cm. Penyebab banjir juga diakibatkan dari luapan arus sungai yang melintasi wilayah setempat.

Sementara itu, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kolut, Ramsya Ramli mengatakan, banjir tidak hanya meredam rumah warga, tapi membuat Jembatan Latawaro juga terputus.

Dia mengatakan, jembatan itu merupakan jalur alternatif lintas provinsi dan juga sebagai penghubung antara Latawaro- Desa Totallang. 

"Tidak bisa dilewati lagi, miring dan tanggulnya sudah tidak terhubung digerus arus," ujarnya.

Dia mengaku pihaknya telah menerjunkan anggota untuk membantu membersihkan rumah warga yang terendam bajir dengan dibantu damkar Kolut, serta dari pihak Bataliyon C Pelopor Brimob Polda Sultra, TNI dan jajaran Polres Kolut. 

"Air sudah surut setelah kurang lebih empat jam merendam. Saat ini berlangsung aksi bersih-bersih," ungkapnya.

Editor: Candra Setia Budi

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut