Pria Mabuk Tusuk Ibu dan Anak Gara-Gara Ubi di Pangkep Sulsel, 1 Korban Tewas

Sindonews ยท Jumat, 28 Februari 2020 - 20:57 WIB
Pria Mabuk Tusuk Ibu dan Anak Gara-Gara Ubi di Pangkep Sulsel, 1 Korban Tewas
Lokasi penikaman ibu dan anak yang dilakukan tetangga sekaligus saudara korban di Kampung Nangkaa, Desa Bulutellue, Kabupaten Pangkep, Sulsel, diamankan polisi, Jumat (28/2/2020). (Foto: SINDOnews)

PANGKEP, iNews.id – Pria yang sedang mabuk di Kampung Nangkaa, Desa Bulutellue, Kecamatan Tondong Tallasa, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel), menusuk ibu dan anaknya yang juga merupakan tetangganya, Jumat (28/2/2020). Kejadian ini dipicu persoalan ubi.

Akibat perbuatan pelaku Rafi bin Mallaju (59), korban Syamsiah (29), tewas di lokasi kejadian. Sementara ibu korban bernama Naisah (62), kritis karena luka parah.

Kejadian ini berawal saat pelaku baru minum minuman keras jenis ballo. Dia kemudian pergi mencabut umbi-umbian jenis porang. Saat mencabut ubi, korban Naisah menegur pelaku karena merasa umbi-umbian tersebut tumbuh di tanahnya.

Pelaku yang merasa tanah tersebut miliknya tidak terima ditegur. Keduanya pun bertengkar hebat. Tak bisa menahan emosinya, pelaku langsung mencabut badik dan menikam perut Naisah hingga terkapar.

Anak Naisah, Syamsiah, yang melihat kejadian tersebut, datang hendak membela ibunya. Namun, dia juga ditusuk dengan badik hingga luka parah dan akhirnya tewas di tempat kejadian.

“Dia (Syamsiah) datang bawa parang mau bela mamanya, kutusuk juga pakai badik,” kata pelaku di Mapolres Pangkep, Jumat (28/2/2020).

Setelah korbannya terkapar, Rafi pergi ke salah satu rumah warga. Dia kemudian diantarkan ke Mapolsek Tondong Tallasa untuk menyerahkan diri. Namun, pelaku mengaku tidak menyesali perbuatannya terhadap korban yang sebenarnya masih keluarganya. “

Saya dengan korban masih keluarga jauh. Saya tidak menyesal,” ujar pelaku.

Korban yang luka parah, Naisah, telah dilarikan warga ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Batara Siang untuk mendapat perawatan intensif. Hingga kini korban masih kritis akibat tikaman badik di perutnya.

Sementara suami korban Syamsiah, Rustam mengaku tak berada di lokasi saat penikaman karena sedang menemui kakak iparnya. Setelah pulang, dia melihat istrinya sudah meninggal sedangkan mertuanya juga luka parah. “Saya lihat istriku sudah terkapar dan tak bernyawa setelah saya pulang,” ujarnya.

Kejadian ini langsung dilaporkan warga kepada polisi. Selanjutnya, polisi langsung mendatangi TKP yang dipimpin Kasat Reskrim Polres Pangkep AKP Anita Taherong. Setelah mengetahui pelaku menyerahkan diri di Polsek Tondong Tallasa, Anita bersama anggotanya menggelandang pelaku ke Polres Pangkep.

“Kami sempat mendapatkan info dari warga bahwa pelaku bersembunyi di dalam hutan. Tapi, kami dapat kabar lagi bahwa pelaku sudah ada di Polsek karena dia menyerahkan diri,” kata Anita.


Editor : Maria Christina