Polisi Tangkap Paman yang Lempar Keponakan dengan Batu hingga Tewas di Makassar

Andi Deri Sunggu ยท Jumat, 06 Desember 2019 - 13:17 WIB
Polisi Tangkap Paman yang Lempar Keponakan dengan Batu hingga Tewas di Makassar
Ilustrasi pembunuhan. (Foto: Okezone)

MAKASSAR, iNews.idPolrestabes Makassar menangkap seorang paman yang membunuh keponakannya. Pelaku Abdul Rahman sempat buron setelah melempar batu dari campuran semen yang mengeras ke arah keponakannya berinisial F hingga tewas.

Korban F yang masih di bawah umur ini meninggal dunia di sebuah perumahan di Kelurahan Untia, Kecamatan Biringkanaya, pada Jumat (30/11/2019) lalu.

“Polisi menangkap pelaku yang bekerja sebagai buruh bangunan ini di Kabupaten Maros, tadi malam. Pelaku ditangkap di tempat persembunyiannya,” kata Kapolrestabes Makassar Kombes Yudhiawan Wibisono, Jumat (6/12/2019).

 

BACA JUGA:

Ungkap Tewasnya Hakim PN Medan Jamaluddin, Istri dan Anak Korban Diperiksa

Polisi Kantongi Identitas Pelaku Pembunuhan Wanita di Kamar Kos

 

Kapolrestabes menjelaskan, kejadian ini berawal saat pelaku dan korban yang sama-sama bekerja sebagai buruh bangunan di sebuah proyek perumahan di Kecamatan Biringkanaya Makassar. Korban dan pelaku sempat terlibat saling ejek yang akhirnya membuat pelaku tersinggung.

Pelaku lalu mengambil batu atau adukan semen yang sudah mengeras dan melemparkannya ke arah korban. Batu itu mengenai kepala bagian belakang korban. Akibatnya, korban mebgalami pecah pembuluh darah hingga jatuh dan pingsan.

Melihat keponakannya tidak sadarkan diri, pelaku bersama rekannya membawa korban ke rumah sakit. Namun, nyawa korban tidak bisa diselamatkan. Setelah mengetahui keponakannya meninggal, pelaku kemudian melarikan diri menggunakan sepeda motor.

“Kami juga menyita barang bukti berupa satu buah pecahan batu cor dan satu buah celana pendek milik pelaku,” kata Kapolrestabes.

Atas perbuatannya, pelaku dikenakan Pasal 80 Ayat 3 Juncto Pasal 76 c Undang-Undang (UU) RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.


Editor : Maria Christina