Polisi Kesulitan Cari Alat Bukti Kasus Pemerkosaan 2 Wanita Difabel di Makassar

Leo Muhammad Nur, Faisal Mustafa ยท Rabu, 12 Februari 2020 - 21:55 WIB
Polisi Kesulitan Cari Alat Bukti Kasus Pemerkosaan 2 Wanita Difabel di Makassar
Seorang penerjemah tunarungu turut mendampingi korban pemerkosaan wanita difabel di Makassar. (Foto: iNews/Leo M Nur).

MAKASSAR, iNews.id - Polisi kesulitan dalam mencari alat bukti untuk dugaan kasus pemerkosaan dua wanita difabel di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Kasus tersebut dinilai terlambat dilaporkan korban, sehingga tidak mudah membuktikan adanya tindak pidana.

Kanit PPA Satuan Reskrim Polrestabes Makassar, AKP Ismail mengatakan, polisi baru mendapat laporan pada Selasa (11/2/2020) kemarin. Sedangkan kasusnya sudah terjadi beberapa tahun lalu.

"Untuk pembuktian tentu membutuhkan waktu panjang," kata Ismail kepada wartawan di Kota Makassar, Sulsel, Rabu (12/2/2020).

Selain persoalan waktu pelaporan yang telat, kata dia, korban juga datang tanpa alat bukti yang kuat. Mereka mengadu ke polisi tanpa menunjukkan bukti visum, melainkan sebatas surat keterangan permintaan visum dari kepolisian.

Karena itu, penyidik akan mulai mendalami kasus ini. Apalagi kedua korban dan pelaku sama-sama penyandang tunarungu, sehingga polisi harus benar-benar mencari bukti dan fakta dugaan kasus pemerkosaan ini.

Pendamping korban, Abdul Rahman, menyampaikan siap terus berkoordinasi dengan polisi untuk mengungkap kasus ini. Bahkan, dia juga akan menggandeng sejumlah lembaga difabel dan Dinas Sosial agar kasus ini bisa berjalan sebagaimana mestinya.

Terkait status pelaku F (30) yang merupakan anggota dalam komunitas difabel di bawah naungan organisasinya, kata dia, tak menjadi persoalan. Selama memuhi unsur pidana, kasus ini sepatutnya diproses hukum.

"Tapi intinya nanti tetap ada proses pendampingannya," ujar dia.

Sebelumnya, seorang pria penyandang tunarungu memerkosa dua wanita difabel dalam kurun waktu berbeda. Pelaku F memerkosa seorang rekannya SRJ (30) pada Agustus 2017 dan NAA (28) di bulan yang sama pada tahun 2018.

Saat ini F diamankan di Kantor Satreskrim Polrestabes Makassar untuk menjalani proses hukum. Dia dijerat pasal 285 KUHP tentang Pemerkosaan dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal