Polisi Bantah Melibatkan Ormas saat Razia Miras di Makassar

Antara ยท Selasa, 31 Desember 2019 - 20:55 WITA
Polisi Bantah Melibatkan Ormas saat Razia Miras di Makassar
Polisi membawa sejumlah dus berizi botol miras ilegal. (Foto: Dok iNews).

MAKASSAR, iNews.id - Polisi membantah telah melibatkan ormas saat menggelar razia minuman keras (miras) di sejumlah kafe kawasan Toddopuli, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Ormas yang diduga Front Pembela Islam (FPI) hanya sebatas memberikan informasi ke polisi.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Ibrahim Tompo mengatakan, saat petugas menyita miras dari tiga kafe di sana, memang ada sejumlah anggota FPI yang mengangkat dus miras.

"Tapi semuanya disita oleh Polsek Panakkukang. Selain itu, tidak benar kami minta bantuan FPI dalam merazia miras di Toddopuli," kata Ibrahim saat dikonfirmasi, Selasa (31/12/2019).

Dia mengatakan, penyitaan minum keras sebanyak 52 kardus dari Kafe Country Poll Cafe CCR, Lotus, dan Global itu terjadi pada Minggu (28/12/2019) malam saat operasi cipta kondisi digelar.

"Dalam penyitaan tersebut, benar ada ormas FPI yang berada di sana. Namun, mereka sebatas memberi info dan membantu mengangkat miras yang disita. Bukannya FPI yang menyita," ujarnya.

Ibrahim juga mengingatkan bahwa tidak ada kewenangan ormas atau perorangan untuk melakukan penyitaan terhadap barang milik orang lain. Karena sesuai amanat Undang-Undang No 17 Tahun 2013, penyitaan hanya bisa dilakukan aparat penegak hukum.

Apalagi, kegiatan ini bagian dari Operasi Cipta Kondisi dalam rangka menyambut Natal dan Tahun Baru 2020. Kemudian, kafe-kafe ini diketahui menjualbelikan miras berbagai merk, termasuk dari luar negeri tanpa ada izin dari pemerintah daerah (pemda) setempat.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal