Peternakan Babi di Panakkukang Makassar Akan Ditutup, Pemilik Ikut Terdampak Lingkungan Kotor

Yoel Yusvin ยท Kamis, 13 Februari 2020 - 11:35 WIB
Peternakan Babi di Panakkukang Makassar Akan Ditutup, Pemilik Ikut Terdampak Lingkungan Kotor
Petugas Satpol PP melakukan penertiban peternakan babi di Makassar. (Foto: iNews/Yoel Yusvin).

MAKASSAR, iNews.id - Pemilik ternak babi di wilayah Panakkukang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) bersedia menutup peternakannya tersebut. Asalkan warga bersedia menunggu sampai 70 ekor babi di kandangnya itu laku terjual.

Kepala Satpol PP Kota Makassar, Iman Hud mengatakan, setelah proses mediasi antara pihak kecamatan, kelurahan bersama dinas terkait dengan pemilik ternak babi, disepakati peternakan tersebut akan ditutup dalam waktu dekat.

"Karena memang limbah dari peternakan tersebut meresahkan warga dan mencemari lingkungan, sehingga berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat, bahkan si peternaknya sendiri," kata Iman di Kantor Satpol PP Makassar, Kamis (13/2/2020).

Namun, pemilik ternak meminta syarat agar petugas dari kelurahan, kecamatan dan dinas, khususnya warga bisa bersabar. Karena dia harus menjual habis 70 ekor babinya itu terlebih dahulu.

Kepada petugas, peternak ini berharap tidak ada langkah-langkah represif untuk menstrilkan peternakan babi miliknya. Dia juga harus menunggu satu ekor babi betina yang sedang hamil, dan segera melahirkan, baru bisa dijual semuanya ke pedagang.

"Sementara ini, peternak sepakat untuk tidak menambah jumlah babi peliharannya dan memperluas kandang. Dia menghormati permohonan warga dan petugas untuk menutup peternakannya," ujar dia.

Sebelumnya, peternakan babi di Kota Makassar ditertibkan Satpol PP. Langkah ini diambil lantaran warga memprotes kehadiran peternakan yang berada di tengah pemukiman mereka.

Penertiban itu dilakukan oleh petugas Satpol PP di lokasi peternakan, Jalan Urip Sumoharjo, Kelurahan Panaikang, Kecamatan Panakkukang itu sempat berujung alot. Namun setelah mediasi, pemilik pun akhirnya menghormati permohonan warga.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal