Perkosa Pacar Berusia 14 Tahun, Mahasiswa di Palopo Ditangkap Polisi

Nasruddin Rubak ยท Sabtu, 26 Januari 2019 - 18:29 WIB
Perkosa Pacar Berusia 14 Tahun, Mahasiswa di Palopo Ditangkap Polisi
Mahasiswa yang memerkosa pacarnya, seorang pelajar berusia 14 tahun, diperiksa di Mapolres Palopo, Sulsel, Sabtu (26/1/2019). (Foto: iNews/Nasruddin Rubak)

PALOPO, iNews.id – Seorang mahasiswa perguruan tinggi ternama di Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel) ditangkap polisi karena memerkosa pacarnya, pelajar berusia 14 tahun di rumah kos Jalan Tociung, Kecamatan Wara Timur. Pelaku Muhammad Al-Munawwar (19), pun mengakui perbuatan bejatnya terhadap korban berinisial AL.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Palopo AKP Ardi Yusuf mengatakan, polisi menangkap tersangka di Jalan Tociung, Kecamatan Wara Timur, Kamis (24/1/2019). Tersangka ditangkap setelah polisi mendapat laporan dari korban yang didampingi keluarganya. “Pelaku Muhammad Al Munawwar, berusia 19 tahun dan berstatus mahasiswa,” kata Ardi, Sabtu (26/1/2019).

Dalam pemeriksaan Tim Reskrim Polres Palopo, pelaku mengaku berpura-pura memacari korban karena sudah berencana untuk memerkosanya. Pelaku kemudian mengajak korban ke rumah kosnya di Kecamatan Wara Timur. Setibanya di kamar, pelaku menutup pintu dan memaksa korban berhubungan badan. Meski sempat melawan, korban akhirnya pasrah karena takut digerebek oleh warga.

Usai memerkosa korban, pelaku mengantarkan korban kembali ke rumah orang tuanya. Sementara korban yang tidak terima dengan kelakuan pelaku akhirnya menceritakan kejadian yang dia alami kepada ibunya. Korban dan ibunya kemudian mendatangi Mapolres Palopo untuk melaporkan pelaku.

Polisi yang menerima laporan tersebut langsung melakukan pengembangan dan menggerebek pelaku di Jalan Tociung, Kota Palopo. Hingga saat ini, pelaku masih mendekam di tahanan Mapolres Palopo untuk mempertanggung jawabkan perbuatan bejatnya tersebut.

“Pelaku dan korban memiliki status hubungan pacaran. Namun karena pelaku tak mampu menahan nafsu, pelaku mengajak korban dan menyetubuhinya dengan paksa di kamar kos pelaku,” kata Ardi Yusuf.

Atas perbuatannya tersebut pelaku dikenakan Pasal 81 Ayat (1) jo 76c Undang-Undang tentang Perlindungan Anak Nomor 35 Tahun 2014, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.


Editor : Maria Christina