Peringatan Hari Antikorupsi di Parepare Berakhir Ricuh, Aparat dan Massa Saling Dorong

Ichsan Anshari ยท Senin, 09 Desember 2019 - 19:11 WITA
Peringatan Hari Antikorupsi di Parepare Berakhir Ricuh, Aparat dan Massa Saling Dorong
Aparat keamanan dan massa terlibat aksi saling dorong dalam aksi unjuk rasa memperingati Hari Antikorupsi yang berakhir ricuh di depan Kantor Wali Kota Parepare, Senin (9/12/2019). (Foto: iNews/Ichsan Anshari)

PAREPARE, iNews.id – Mahasiswa dan sejumlah elemen masyarakat melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Wali Kota Parepare, Sulawesi Selatan, Senin (9/12/2019) sebagai peringatan Hari Antikorupsi. Massa menolak UU KPK yang baru serta menuntut upah petugas kebersihan Parepare yang belum dibayar selama sembilan bulan.

Ratusan massa yang berasal dari berbagai elemen melakukan orasi di depan Kantor Wali Kota Parepare. Mereka membawa sejumlah spanduk dengan tulisan aspirasi. Seperti tulisan “Korupsi Terkuak Nyata, Pemimpin Pura-Pura Buta”, “Reformasi Dikorupsi”, dan “Reformasi Koruptor, Bukan Korupsi Reformasi”.

Dalam aksi unjuk rasa itu sejumlah petugas kebersihan juga menuntut upah yang belum dibayarkan oleh pemerintah kota (pemkot) selama sembilan bulan. Pemkot dituding tidak menghargai usaha petugas kebersihan yang berhasil menghadirkan gelar Adipura kepada Parepare di awal tahun 2019 ini.

“Pahlawan Adipura mengalami kesadisan selama sembilan bulan, di mana nasib kami,” kata salah seorang petugas kebersihan.

Unjuk rasa pada awalnya berlangsung damai. Semakin siang kondisi memanas dengan pembakaran ban oleh mahasiswa. Massa yang merasa kecewa karena tak ditemui wali kota Parepare mencoba merangsek masuk.

Namun upaya tersebut dicegah oleh aparat keamanan yang berjaga. Massa kemudian berhasil merobohkan pagar Kantor Wali Kota Parepare yang berwarna putih.

Kericuhan berlanjut di dalam halaman kantor. Massa dan petugas terlibat saling dorong. Pergerakan massa akhirnya dapat diredam sehingga tak masuk ke dalam gedung. Saat aksi unjuk rasa itu wali kota Parepare tak ada di lokasi.


Editor : Rizal Bomantama