Perahu Terbalik Dihantam Ombak di Danau Tempe Soppeng, 3 Pemuda Tewas

Amnar Sengkang ยท Minggu, 26 Juli 2020 - 21:59 WIB
Perahu Terbalik Dihantam Ombak di Danau Tempe Soppeng, 3 Pemuda Tewas
Warga dan nelayan mengevakuasi korban perahu tenggelam di Danau Tempe, Soppeng, Sulsel. (foto: iNews/Amnar Sengkang)

SOPPENG, iNews.idTiga pemuda tewas dan lima lainnya selamat setelah perahu yang mereka tumpangi tenggelam diterjang ombak di Danau Tempe, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan (Sulsel), Minggu (26/7/2020). Jasad ketiga korban baru ditemukan warga dan nelayan tiga jam setelah kejadian.

Identitas ketiga korban yakni, Rahmat Hidayat (17), Andi Dede, dan Muhammad Rizaldi (23). Sedangkan lima korban dengan identitas masing-masing Hariyandi (15), Burhanuddin (23), Ahmad Firdiyan (12), Anca Setiawan (12), Jumadi (20) berhasil selamat dalam peristiwa nahas itu.

Diperoleh informasi, peristiwa nahas itu berawal saat delapan pemuda naik perahu untuk berwisata kuliner di rumah makan apung kawasan Danau Tempe, Kelurahan Limpomajang, Kecamatan Marioriawa, Kabupaten Soppeng.

Nahas, dalam perjalanan perahu mereka diadang ombak besar dan langsung membuat perahu terbalik dan tenggelam. Perahu tersebut juga diduga melebihi kapasitas penumpang hingga hilang keseimbangan.

Akibat kejadian itu, tiga pemuda tenggelam diduga tidak bias berenang. Sedangkan lima pemuda lainnya selamat setelah berenang dan diselamatkan warga dibantu nelayan.

Proses evakuasi tiga korban berlangsung dramatis. Kondisi para korban yang tak sadarkan diri menyulitkan warga.

Kapolres Soppeng, AKBP Puji Saputro mengatakan, kecelakaan perahu di Danau Tempe yang dialami delapan pemuda akibat dihantam ombak. Jumlah penumpang perahu juga melebihi kapasitas sehingga perahu hilang kendali hingga terbalik.

“Perahu yang ditumpangi delapan pemuda ini melaju menuju Danau Tempe. Baru sekitar 50 meter meninggalkan perkampungan dihantam ombak hingga terbalik di mana delapan orang tercebur dan tenggelam,” katanya.

Menurut kapolres, tujuan mereka ke danau tempe untuk wisata kuliner makan ikan di rumah apung. “Peristiwa tersebut murni kecelakaan,” ucapnya.

Hingga saat ini korban tewas telah berada di rumah duka untuk menunggu proses pemakaman sementara korban selamat masih di rawat di puskesmas setempat.


Editor : Kastolani Marzuki