Pengakuan Imam Masjid yang Dianiaya IRT karena Nikahkan Siri Suami dengan Perempuan Lain

Ichsan Anshari ยท Kamis, 24 September 2020 - 22:39 WITA
Pengakuan Imam Masjid yang Dianiaya IRT karena Nikahkan Siri Suami dengan Perempuan Lain
Imam Masjid Nurul Huda Batri, Asgan (47), yang dianiaya seorang IRT, menceritakan penganiayaan yang dialaminya di Pinrang, Sulsel, Kamis (24/9/2020). (Foto: iNews/Ichsan Anshari)

PINRANG, iNews.id - Imam masjid korban penganiayaan seorang ibu rumah tangga (IRT) di Kecamatan Duampanua, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel), buka suara mengenai insiden yang dialaminya. Korban bernama Asgan (47), mengakui telah menikahkan siri suami pelaku dengan perempuan lain.

Imam Masjid Nurul Huda Batri ini mengatakan, suami si pelaku bernama Fitri (30) itu dia nikahkan dengan salah seorang perempuan di Desa Kaballangang. Namun, tujuan pernikahan itu untuk menutupi aib, bukan untuk tinggal bersama.

"Memang suaminya pelaku ini dinikahkan dengan seorang perempuan di kampung ini. Tapi, tujuannya itu hanya sekadar menutupi aib, bukan untuk tinggal satu rumah," kata Asgan, Kamis (24/9/2020).

Asgan juga membenarkan, pernikahan dari suami pelaku ini dilakukan tanpa sepengetahuan pelaku. Hal inilah yang memicu emosi Fitri hingga berujung pada penganiayaan terhadap Asgan. Namun, pernikahan suami pelaku sempat disaksikan oleh kepala Desa Kaballangang.

"Memang pernikahan suami pelaku ini dilakukan tanpa sepengetahuan istrinya. Jadi, mungkin ini alasan pelaku menyerang saya. Tapi, pernikahan suami pelaku ini sempat dihadiri oleh kepala desa," kata Asgan.

Asgan menduga, pelaku Fitri sebenarnya tidak hanya menyasar dirinya, tapi juga kepala Desa Kaballangang. Sebab sepengetahuan dirinya, pelaku juga sempat mencari kepala desa ke Kantor Desa Kaballangang, Selasa (22/9/2020).

"Iya, kemungkinan bukan cuma saya yang diincar pelaku, tapi kepala desa juga. Sebab, pelaku ini katanya sempat ke kantor desa dulu sebelum ke masjid," ujar Asgan.

Diketahui, Asgan dianiaya oleh seorang IRT di Kecamatan Duampanua, Kabupaten Pinrang, saat memimpin salat zuhur berjemaah di Masjid Nurul Huda Batri, Selasa (22/9/2020). Pelaku telah diamankan di Mapolsek Duampanua, Kamis (24/9/2020). Kini, polisi masih menyelidiki kasus penganiayaan terkait nikah siri tersebut dan telah memeriksa sejumlah saksi.

Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengaku memukul imam Masjid Nurul Huda Batri, Asgan, karena emosi. Pasalnya, korban telah menikahkan suaminya dengan perempuan lain tanpa sepengetahuannya.

"Kami sudah periksa pelaku. Untuk motifnya, pelaku merasa jengkel karena korban menikahkan suami pelaku dengan perempuan lain, tanpa sepengetahuannya," kata Kapolsek Duampanua, Iptu Muh Nasir.


Editor : Maria Christina