Pemkot Makassar: Tiga Ekskavator untuk Atasi Masalah Drainaese

Sindonews.com, Vivi Riski Indriani ยท Rabu, 05 Februari 2020 - 15:15 WITA
Pemkot Makassar: Tiga Ekskavator untuk Atasi Masalah Drainaese
Pengerukan sedimen yang dilakukan oleh Dinas PU Makassar di Kanal Panampu, Makassar beberapa waktu yang lalu. (Foto: SINDOnews/Muchtamir Zaide)

MAKASSAR, iNews.id - Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar akan membeli tiga unit ekskavator. Rencananya, mereka akan membeli ekskavator spider mini seharga Rp1,30 miliar, ekskavator amphibius Rp4,40 miliar, dan ekskavator spider besar senilai Rp7,79 miliar.

Kasubag Umum dan Kepegawaian Dinas PU Kota Makassar, Rostati Husain mengatakan, khusus tahun ini, ada empat unit alat berat yang diadakan. Di antaranya, ekskavator spider mini, ekskavator spider besar, ekskavator amphibius, dan dekoloder.

"Yang tiga itu sudah tayang di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), kalau dekoloder nanti baru ditender," kata Rostati, Selasa (5/2/2020).

Rostati menambahkan, pengadaan untuk alat ini sedang ditender di LPSE Kota Makassar. Menurutnya, ketiga alat berat ini nantinya akan diserahkan ke Bidang Pengengeloaan Sumber Daya Air (PSDA) dan Drainase untuk pengerukan sedimen di saluran drainase.

"Kalau spider kecil untuk pengangkatan sedimen di drainase, kalau spider ukuran besar juga sama tapi untuk di kanal, sama dengan amphibius," kata dia.

Sementara itu, Kepala Bidang PSDA dan Drainase Dinas PU Kota Makassar, Fuad Azis mengatakan, pengadaan alat berat ini merupakan salah satu upaya untuk peningkatan kinerja saluran drainase mengingat ada jutaan kubik sedimen yang harus diatasi.

"Jadi alat ini bisa membantu pengerukan saluran sedimentasi yang tidak bisa dilakukan oleh tenaga manusia," kata Fuda.

Fuad menyebutkan selama ini pengerukan sedimentasi untuk saluran tersier biasanya dilakukan oleh tenaga manusia, sedangkan untuk saluran sekunder dan primer yang ukurannya cukup besar harus dibersihkan dengan menggunakan alat berat.

"Alat yang diadakan ini memang untuk pengerukan sedimen di saluran sekunder dan primer. Ini juga membantu teman-teman di balai. Jadi percepatan saluran itu bisa cepat," katanya.

Fuad berharap alat ini bisa membantu untuk mengeruk jutaan kubik sedimen yang tidak bisa dituntaskan oleh tenaga manusia.

"Kalau jenis spider itu baru tahun ini, tapi kalau amphibi itu sudah alat yang ke empat kita punya kalau diserahkan ke kita," kata dia.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto