Pelajar SMP di Makassar Nekat Cabuli Bocah 5 Tahun di Dalam Masjid

Sindonews, Faisal Mustafa ยท Selasa, 17 Maret 2020 - 11:40:00 WITA
Pelajar SMP di Makassar Nekat Cabuli Bocah 5 Tahun di Dalam Masjid
Ilustrasi kasus pencabulan. (Foto: Dok).

MAKASSAR, iNews.id - Seorang pelajar SMP berusia 14 tahun diduga mencabuli bocah perempuan lima tahun. Aksi pelaku dilakukan di dalam masjid wilayah Tamangapa, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Tim Reaksi Cepat (TRC) Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Makassar baru-baru ini mengungkap kasus tersebut. Pelecehan seksual ini terjadi pada Rabu (11/3/2020) pekan lalu.

"Kejadiannya setelah waktu Salat Zuhur, memang masjid di Tamangapa itu sepi kalau waktu-waktu begitu," kata Ketua TRC P2TP2A Makassar, Makmur, saat dikonfirmasi Selasa (17/3/2020).

Perbuatan cabul pelajar terbongkar ini setelah bocah perempuan itu bercerita kepada keluarganya. Lalu pihak keluarga mendatangi masjid dan mendapati pelaku yang memang sering bermain di sana.

"Terus diamankan di rumah ketua RW, lantas dilaporkan ke Bhabinkamtibmas dan Babinsa. Untuk menghindari jangan sampai ada dendam dari keluarga korban, jadi saya ambil pelajar itu," ujar dia.

Saat ini, pelaku telah diserahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Makassar untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

"Sudah ditangani PPA Polrestabes, visumnya penyidik yang tahu itu," ujar dia.

Terkait kasus ini, Makmur berharap, para orang tua lebih memperketat pengawasan, sehingga kejadian seperti ini tak terulang. Dia juga meminta keluarga tidak membiarkan anak berbaur tanpa terpantau mereka.

Kanit PPA Satreskrim Polrestabes Makassar, AKP Ismail, membenarkan laporan dugaan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur ini.

"Tetap kita proses, sepanjang tidak ada kesepakatan di antara mereka, tetap kita proses. Kan aturan hukumnya tetap bisa diproses. Yah memang pelakunya masih SMP kelas III," ujar dia.

Namun dia enggan berspekulasi lebih jauh terkait penanganan kasus tersebut, mengingat pelaku dan korban masih di bawah umur.

"Apalagi menyangkut masalah sosialnya, kasihan keluarganya. Baik keluarga pihak pelaku maupun pihak korban. Kita mau lihat anak-anak ke depan semakin baik," ujar dia.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal