Pejabat Wali Kota Makassar Instruksikan Seluruh Camat Siaga Banjir

Antara ยท Jumat, 03 Januari 2020 - 12:14 WITA
Pejabat Wali Kota Makassar Instruksikan Seluruh Camat Siaga Banjir
Pejabat Wali Kota Makassar M Iqbal Samad Suhaeb saat meninjau lokasi korban anak tenggelam di Kanal Jalan Sungai Saddang. (Foto: Antara)

MAKASSAR, iNews.id – Seluruh camat se-Kota Makassar diinstruksikan siaga mengantisipasi banjir. Hal ini mengingat cuaca ekstrem berpotensi melanda ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) tersebut.

"Sudah diinstuksikan, termasuk di beberapa tempat. Posko tetap 24 jam di kecamatan terutama di daerah yang selama ini sering terjadi banjir," ujar Pejabat Wali Kota Makassar M Iqbal Samad Suhaeb saat meninjau lokasi korban anak tenggelam di Kanal Jalan Sungai Saddang, Makassar, Sulsel, Kamis (2/1/2019).

Menurutnya, Pemkot Makassar secara intens mengecek drainase agar tidak tersumbat. Hal ini sebagai antisipasi mencegah genangan air hingga banjir.

"Yang pasti semua drainase dicek baik-baik supaya tidak ada yang mampet. Sekaligus kami cek pompa-pompa yang terpasang dan pintu air. Sodetan-sodetan untuk mengarahkan jalur air diselesaikan supaya genangan tidak terjadi lagi," katanya.

BACA JUGA: BBMKG Makassar: Pantai Barat Sulsel Akan Dilanda Cuaca Ekstrem Hingga 7 Januari 2020

Kendati saat ini curah hujan sangat tinggi, namun pantauan di lapangan kondisi masih normal. Air masih mengalir dan belum ditemukan adanya penyumbatan hingga membuat genangan.

"Air cukup mengalir, tetapi kami terus mendengarkan dan memantau terus. Saat ini belum ada yang tergenang terutama di Antang," ucapnya.

Saat disinggung soal enam wilayah yang menjadi langganan banjir, seperti Kecamatan Manggala, Panakukang, Biringkanaya, Tamalate, Tamalanrea dan Rappocini, pejabat wali kota menyebut jika sejauh ini belum ada kejadian.

"Saat ini belum ada genangan terutama di Antang, Kecamatan Manggala maupun Panakkukang. Air sudah mengalir dengan baik," katanya.
Mantan Kepala Satpol PP Pemprov Sulsel ini berharap muka air atau air pasang tidak naik. Karena biasanya, jika air pantai naik ke permukaan kerap mengakibatkan banjir rob.

Sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan prediksi waspada potensi cuaca ekstrem yang akan terjadi selama sepekan di beberapa wilayah Indonesia. Potensi cuaca ekstrem, curah hujan dengan intensitas lebat dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang terjadi di Pulau Sumatera, sebagian Jawa, sebagian Kalimantan, NTT, NTB dan Sulawesi termasuk Sulawesi Selatan antara tanggal 1-4 Januari 2020.


Editor : Donald Karouw