Monumen Sejarah Masuknya Islam di Luwu Nyaris Roboh
LUWU, iNews.id - Monumen Pendaratan Islam Lapondoso di Kabupaten Luwu dinilai butuh perhatian pemerintah daerah (pemda). Sebab kondisi situs bersejarah sekaligus simbol religi masuknya Islam di Sulsel itu sangat memperihatinkan.
Berdasarkan pantauan, kondisi Monumen Lapandoso kini terancam roboh. Tiang penyangga terlihat sudah retak atau terbelah. Untuk menjaga tiang ini agar tidak patah, masyarakat setempat terpaksa mengikat tiangnya dengan kawat.
Bukan hanya itu, akses jalan menuju bangunan bersejarah tersebut tidak aman dilalui. Jembatannya sudah rusak dan roboh sehingga butuh kehatian-hatian ekstra ketika melintas.
Salah seorang tokoh pemuda di Kecamatan Bua, Sarwan, mendorong Dinas Pariwisata Luwu untuk memperhatikan objek wisata dan budaya Lapandoso. Sebab ini merupakan aset yang memiliki nilai sejarah tinggi di wilayah Sulsel.
"Ini bukan hanya aset orang Bua, tapi aset Pemkab Luwu bahkan aset Pemprov Sulsel. Lapandoso dan Assallange, dan tonggak sejarah yang menandai pertama kalinya masuknya dan diterimanya Islam," kata Sarwan, Sabtu (23/10/2021).
Dirinya menjelaskan, kondisi Tugu Lapandosi sangat memprihatinkan. Jika Dinas Pariwisata dan Dinas Kebudayaan bisa mengelola situs sejarah ini dengan baik.
"Saya rasa akan menjadi salah satu idola di Sulsel bahkan nasional dan tentunya bisa menjadi penyumbang PAD bagi Kabupaten Luwu," sambung Sarwan.
Menurut dia, Monumen Lapandoso dan Assallange memiliki potensi untuk menjadi destinasi wisata religi. Selain karena nilai sejarahnya yang tinggi, letaknya juga strategis.
"Hanya beberapa kilometer dari Bandara Bua maupun dari jalan poros nasional hanya 2 kilometer saja," ujarnya.
Editor: Andi Mohammad Ikhbal