Modal Airsoft Gun, Residivis Pencurian di Sidrap Gasak Rokok hingga TV

Sindonews.com, Faisal Mustafa ยท Minggu, 06 September 2020 - 16:37:00 WITA
Modal Airsoft Gun, Residivis Pencurian di Sidrap Gasak Rokok hingga TV
Ilustrasi tersangka (Agungs Sulistyo/iNews)

SIDRAP, iNews.id - Jajaran Satuan Reserse Kriminal Polres Sidrap menangkap residivis kasus pencurian. Pelaku diketahui bernama Lagaba alias Baharuddin (30).

Kasat Reskrim Polres Sidrap, AKP Benny Pornika mengatakan, pelaku ditangkap setelah polisi menerima dua laporan dari warga. Lagaba ditangkap di Desa Allakuang, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidrap Jumat (4/9/2020) sekitar pukul 14.30 Wita.

"Pelaku memang dikenal licin, saat beraksi dia kerap menggunakan senjata berbahaya," kata Benny, Minggu (6/9/2020).

Benny melanjutkan, dari hasil pemeriksaan, Lagaba selalu beraksi di malam hari dan menyasar toko campuran, rumah dan kantor pemerintahan.

"Pelaku merusak kunci pintu dan jendela, kemudian mengambil barang seperti rokok, tabung gas, elektronik, aki kendaraan, sepeda dan uang tunai jutaan rupiah," kata dia.

Pelaku, kata Benny, juga mengaku sudah beraksi di tujuh lokasi di Kecamatan Watangpulu, Maritengngae dan Baranti. TKP nya mulai kantor lurah, toko campuran, bengkel, rumah warga.

Selain menangkap pelaku, polisi menyita barang bukti berupa airsoft gun merek KWC beserta amunisi dan gas Co2, sebilah parang.

"Alat itu yang digunakan ketika beraksi. Lalu tas pinggang berisi alat untuk mencungkil, seperti pahat, tang, kunci kombinasi dan kunci pas," katanya.

Selain senjata yang digunakan, polisi juga mengamankan barang bukti uang tunai Rp550.000, lima buah ponsel, dan sejumlah barang curian seperti speaker aktif, televisi merek Sharp, 16 bungkus rokok berbagai merek, satu buah tas berisi pakaian.

lebih lanjut Benny mengatakan, pelaku merupakan residivis kasus pencurian dan telah beberapa kali menjalani hukumannya di Rutan Kelas IIB Kabupaten Sidrap.

Atas perbuatannya, pelaku akan dijerat dengan Pasal 363 KUHPidana tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.

Editor : Nur Ichsan Yuniarto

Bagikan Artikel: