Mensos Juliari Pastikan Makanan dan Air Bersih Korban Banjir Bandang Luwu Utara Terpenuhi

Umaya Khusniah ยท Sabtu, 18 Juli 2020 - 13:28 WITA
Mensos Juliari Pastikan Makanan dan Air Bersih Korban Banjir Bandang Luwu Utara Terpenuhi
Menteri Sosial, Juliari P Batubara bersama Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial, Pepen Nazaruddin memberikan santunan sebesar Rp15juta kepada ahli waris korban meninggal dunia akibat banjir bandang di Luwu Utara, Sulsel. (Foto: Istimewa)

LUWU UTARA, iNews.idMenteri Sosial, Juliari P Batubara memastikan kebutuhan korban banjir bandang di Luwu Utara, Sulawesi Selatan (Sulsel). Dia meminta bupati mendata kebutuhan yang mendesak bagi masyarakat.

"Ibu Bupati tidak perlu sungkan atau ragu jika membutuhkan tambahan bantuan dari kami. Kami siap menambah," kata Menteri Juliari P Batubara saat menyerahkan santunan korban meninggal di kantor Bupati Luwu Utara, Jumat (17/7/2020).

Dia mengatakan, kebutuhan mendesak para korban banjir di antaranya makanan dan air bersih. Maka dari itu, dia memastikan dapur umum yang dioperasikan personil Taruna Siaga Bencana (Tagana) tidak akan berhenti memasak makanan untuk warga.

"Saya perintahkan Tagana memasak secara maksimal. Dapur umum yang saya tinjau ini dipastikan terus melayani suplai makanan," katanya.

Kementerian Sosial menggelontorkan dana sekitar Rp2 miliar untuk korban banjir bandang di Sulsel. Bantuan berupa logistik, peralatan kebersihan dan santunan korban meninggal dunia. Nantinya jumlah bantuan akan bertambah seiring dengan adanya korban yang belum diketemukan.

Sampai saat ini, santunan telah diberikan kepada 23 ahli waris korban meninggal. Dia ingin agar semua ahli waris dari para korban meninggal mendapatkan santunan.

Kedatangan Menteri Sosial ke Kabupaten Luwu Utara didampingi Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Pepen, Nazaruddin dan Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam, Safii Nasution. Sementara berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) jumlah korban meninggal dunia yang telah diketemukan dan teridentifikasi sebanyak 32 orang. Sedangkan sebanyak 16 orang masih dalam pencarian.


Editor : Umaya Khusniah