Mengaku Terinfeksi Corona, Begini Kronologi Prank 4 Remaja di RSUD Tenriwaru Bone
WATAMPONE, iNews.id - Polisi mengamankan empat remaja yang melakukan aksi prank di RSUD Tenriwaru, Senin (11/5/2020) kemarin. Mereka dibawa ke Posko Gugus Tugas Penanganan Corona, Jalan Ahmad Yani, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Keempat remaja ini masing-masing berinisial AR, EK, AD dan DD. Ternyata aksi mereka bukan hanya ke RSUD Tenriwaru, melainkan ke puskesmas dan Rumah Sakit Hafsah Bone.
Seorang remaja pelaku prank, AD mengatakan, kronologinya berawal saat mereka berada di kamar kos milik AR. Namun tiba-tiba saja AR pingsan dan sempat kejang-kejang. Ketiga temannya pun membawa AR ke puskemas.
Pihak puskesmas merujuk AR ke Rumah Sakit Hafsah Bone. Setelah dilarikan ke rumah sakit tersebut, pihak rumah sakit mengklaim tidak memiliki fasilitas untuk penanganan pasien corona, sehingga AD dirujuk ke RSUD Tenriwaru untuk ditangani SOP Covid-19.
Saat diperiksa petugas, DD mengatakan, rekannya AR tiba-tiba pingsan dan diakui pernah kontak langsung dengan pasien penderita virus corona. Tim medis langsung panik mendengar pernyataan tersebut.
Namun saat dicek suhu tubuh AR, ternyata normal 36,9 derajat celcius. Tiba-tiba saja, AR membuka mata dan mengaku sudah sadar. Dia kemudian pergi meninggalkan ruang perawatan dan tim medis begitu saja.
"Saat di mobil dia (AR) bilang prank," kata rekannya, AD, kepada wartawan di Posko Gugus Tugas Penanganan Corona Bone, Senin (11/5/2020) malam.
AD sendiri mengaku bingung dengan ulah AR yang tiba-tiba saja berteriak "prank" kepada tim medis di RSUD Tenriwaru Bone. Dia tak menyangka, aksi temannya ini hanya lelucon.
Kepala Satpol PP Bone, Andi Akbar mengatakan, keempat remaja ini sudah dibawa ke Mapolres Bone untuk proses pemeriksaan. Dari hasil interogasi di posko, AR pingsan karena mabuk terlalu banyak menenggak minuman keras.
"Dia mabuk, lalu pura-pura pingsan mengerjai (prank) temannya," katanya.
Editor: Andi Mohammad Ikhbal