Membolos, Dua Personel Polres Makassar Diberhentikan Tidak dengan Hormat

Antara ยท Kamis, 24 Maret 2022 - 09:25:00 WITA
Membolos, Dua Personel Polres Makassar Diberhentikan Tidak dengan Hormat
Upacara pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) dua personel Polrestabes Makassar, Rabu (23/3/2022). (Foto: Antara)

MAKASSAR, iNews.id - Dua orang personel Polrestabes Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) yakni Aiptu Yudi Priyatno dan Briptu Jalil Kurniady Syarif diberhentikan tidak dengan hormat (PTDH) karena terbukti melanggar aturan disiplin. Kapolres Makassar, Kombes Pol Budhi Hariyanto memimpin langsung upacara PTDH kepada dua personel polisi tersebut, Rabu (23/3/2022)

"PTDH adalah proses akhir dari pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh anggota. PTDH dilakukan setelah proses sidang rampung dan memiliki kekuatan hukum," ujarnya.

Kedua personil tersebut terbukti secara sah melanggar pasal 14 ayat (1) huruf (a) Peraturan Pemerintah (PP) No.1/2003 tentang pemberhentian anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia yakni meninggalkan tugas dengan tidak sah lebih dari 30 hari secara berturut turut.

Aiptu Yudi Hendratno NRP 75040408 Ba Samapta Polrestabes Makassar diberhentikan berdasarkan Keputusan Kapolda Sulsel No.KEP/08/I/2022.

Sementara, Briptu Jalil Kurniady Syarif NRP 81071077, BA BAG SDM Polrestabes Makassar diberhentikan berdasarkan Keputusan Kapolda Sulsel No.KEP/09/I/2022.

Kedua personel tersebut tidak hadir atau inabsensia dalam upacara PTDH sehingga dilakukan dengan simbolis. Dua foto personel tersebut dihadirkan kemudian Kapolres Makassar Kombes Pol Budhi Hariyanto memberikan tanda silang terhadap dua foto tersebut sebagai bukti jika keduanya sudah bukan lagi anggota Polri.

Kapolres Makassar Kombes Pol. Budhi Hariyanto mengaku tidak bangga dengan upacara PTDH tersebut. Dia mengingatkan agar jajarannya menjalankan tugas dengan baik.

"Saya tidak berbangga hati melakukan upacara ini. Peristiwa PTDH ini tolong dijadikan landasan kita untuk semakin baik melaksanakan tugas, ingat pada waktu kita mendaftar bagaimana susah payah mau masuk polri," katanya.

Budhi mengatakan kepada seluruh anggotanya agar mengingat kembali masa-masa sulit dan proses panjang pendaftaran hingga diterima menjadi insan Bhayangkara.

"Mari kita sama-sama mengingat masa-masa sulit dulu, saat pertama kali mendaftar. Tapi begitu diterima lupa akan susah payahnya. Lupa akan perjuangan yang dilakukan. Kelupaan itu berlarut-larut yang mengakibatkan dia betul betul lupa diri dan sudah tidak mengingat lagi susah dan kesulitan bersangkutan ketika masuk menjadi anggota Polri," ujarnya. 

Editor : Dita Angga Rusiana

Bagikan Artikel: