Mayat Bayi di Kanal Sinrijala Makassar Dibuang Ibunya karena Malu, Polisi Tangkap 2 Orang

Muhammad Nur Bone ยท Kamis, 20 Agustus 2020 - 01:57 WITA
Mayat Bayi di Kanal Sinrijala Makassar Dibuang Ibunya karena Malu, Polisi Tangkap 2 Orang
Polisi mengevakuasi jasad bayi yang ditemukan di saluran irigasi, Kabupaten Bandung Barat. (Foto iNews/Yuwono).

MAKASSAR, iNews.id – Kasus penemuan mayat bayi terbungkus karung di pinggir kanal SinrijalaKota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) yang menggegerkan warga, Rabu (19/8/2020) akhirnya terungkap. Bayi nahas tersebut ternyata dibuang ibu kandung dan kakenya lantaran malu dari hasil hubungan gelap.

Polisi pun menangkap kedua tersangka yakni Sb (20) ibu korban dan Daeng Cora (55) yang tidak lain nenek korban atau ibu dari Sb. Kedua tersangka kini masih diperiksa intensif di Mapolresta Makassar.

Diperoleh informasi, terungkapnya kasus pembuanngan bayi itu berawal saat anggota Resmob Panakkukang menerima informasi dari masyarakat setempat bahwa yang dicurigai pemilik bayi yang ditemukan di kanal Jalan Sukaria 13 Makassar yaitu Sb. Sebab, setelah penemuan mayat bayi itu, Sb seperti menghilang.

Namun, jejak Sb terendus petugas. Sb diketahui bersembunyi di rumah kos ibunya Dg Cora yang ternyata ikut serta dalam pembuangan bayi tersebut. Kedua pelaku kemudian dibawa ke Mapolsek Panakukang.

Kepada penyidik, Sb mengakui telah melahirkan bayi laki-laki di rumahnya pada Jumat (14/8/2020) pukul 23.00 Wita di Jalan Sukaria 13 Makassar.

Setelah melahirkan, bayi tersebut kemudian dibungkus sarung dalam kondisi masih hidup dan disimpan di kantong plastik merah. Setelah itu, bayi dibuang di kanal sebelum akhirnya ditemukan pemancing dalam kondisi sudah tak bernyawa.

Nenek korban, Dg Cora mengakui ikut melakukan hal tersebut karena malu anak perempuannya melahirnya bayi tanpa ayah.

Diketahui,, mayat bayi tersebut didapati pertama kali oleh seorang warga yang sedang memancing di sekitar kanal. Ketika itu saksi melihat karung putih tergeletak di pinggir aliran kanal.

Karena penasaran, saksi membuka karung tersebut dan mendapati bayi yang sudah meninggal dunia. Korban diperkirakan baru saja dilahirkan, karena tali pusarnya masih melekat di perut. Tim Biddokkes Polda Sulsel, Bripka Sultan mengatakan, korban sudah meninggal dunia lebih dari 24 jam. Saat ini petugas sedang mengautopsi korban untuk mendukung proses penyelidikan.

"Bayi ini berusia sekitar satu hari setelah dilahirkan. Tali pusarnya juga masih melekat," kata Bripka Sultan di RS Bhayangkara Makassar, Rabu (19/8/2020).


Editor : Kastolani Marzuki