Mantan Anggota DPRD Sulsel Meninggal akibat Sesak Napas-Batuk, Jenazah Ditolak Warga

Antara ยท Selasa, 31 Maret 2020 - 19:12 WIB
Mantan Anggota DPRD Sulsel Meninggal akibat Sesak Napas-Batuk, Jenazah Ditolak Warga
Petugas berpakaian khusus memakamkan jenazah mantan anggota DPRD Sulsel yang meninggal akibat sesak napas dan batuk. (Foto: Antara)

MAKASSAR, iNews.id - Mantan anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan berinisial AP meninggal dunia setelah menjalani perawatan intesif di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Wahidin Sudirohusodo, Selasa (31/3/2020).

Politisi Partai Hanura itu sempat mengeluh batuk dan sesak napas seperti gejala virus corona (Covid-19).

"Masuk (almarhum) opname malam tadi, karena batuk," ujar istri almarhum, Jeany Fatima.

Dia menuturkan, saat itu dokter yang merawatnya mengatakan ada sesak napas dan batuk. Saat masuk rumah sakit ditempatkan di Private Care Center RSUP Wahidin Sudirohusodo.

"Waktu itu (saat masuk RS), dokter bilang ada sesak. Meninggal di rumah sakit, tidak boleh lihat toh. Dirawat di Wahidin, Private Care Center," ujarnya.

Jeany mengaku tidak percaya bahwa suaminya meninggalkannya begitu cepat, padahal sudah berkomunikasi dengan anaknya pagi tadi sebelum dikabarkan meninggal dunia.

"Tadi pagi di telepon dokter sudah pergi (meninggal). Saya tidak percaya sekali. Tadi jam 7 pagi masih bicara dengan anaknya," ungkap dia.

Saat ditanyakan, apakah itu saat pasien yang masuk rumah sakit memiliki gejala Covid-19, kata dia, tidak mengetahui pasti. Saat meninggal langsung dimakamkan, tidak dibawa ke rumah duka.

"Kan kalau Covid langsung ke pemakaman. Paling di Pannara (dimakamkan) ada tempat mamanya, di sana," tutur Dosen Komunikasi Unhas itu.

Saat ingin memastikan apakah pasien tersebut positif COVID-19 atau masuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP), belum ada pihak yang berwenang berkomentar soal ini.

Sementara jasad almarhum diketahui proses pemulasaraan jenazah melalui protokol Covid-19. Rencananya, saat ingin dikebumikan di Pemakaman Pannara Antang, almarhum ditolak keras dari warga sekitar, karena mendapat kabar bahwa terinfeksi corona.

Jenazah sempat dibawa kembali ke RSUP Wahidin Sudirohusodo, tetapi belakangan jasad almarhum akhirnya dimakamkan di Pekuburan Umum Panaikang dengan tim medis menggunakan protokol mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) saat dikubur.

Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unhas Makassar Ansariadi mengatakan, penanganan jenazah pasien Covid-19 tentu sudah melalui prosedur secara aman sesuai standar organisasi kesehatan WHO yang juga diterapkan di Indonesia termasuk pemakamannya.

"Seusai SOP tentu dijamin dalam hal penanganan jenazahnya termasuk petugas medis harus mengenakan APD. Jenazah juga setelah dikafani, lalu dibungkus dengan plastik kedap air, agar cairan dari tubuhnya tidak keluar," ujarnya.


Editor : Kastolani Marzuki