Kodam Hasanuddin Serahkan Proses Hukum Penembakan Babinsa Jeneponto ke Polda Sulsel

Antara, Sulaiman Nai ยท Sabtu, 16 Mei 2020 - 23:57 WITA
Kodam Hasanuddin Serahkan Proses Hukum Penembakan Babinsa Jeneponto ke Polda Sulsel
Kepala Penerangan Kodam XIV Hasanuddin, Kolonel Infanteri Maskun Nafik, memberikan keterangan kepada wartawan di Makassar, Sulsel, Sabtu (16/5/2020) malam. (Foto: Antara)

MAKASSAR, iNews.id - Kodam XIV Hasanuddin menyerahkan proses hukum kasus penembakan oleh oknum polisi, Bripka Herman (47), kepada anggota TNI AD, Serda Hasanuddin (46), kepada Polda Sulawesi Selatan (Sulsel). Saat ini, Kodam masih fokus pada proses pengobatan korban usai ditembak pelaku di Kelurahan Empoang, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto.

Insiden penembakan anggota TNI AD yang bertugas sebagai Babinsa itu terjadi pada Kamis malam (14/5/2020). Kasus tersebut diduga bermotif hubungan asmara perselingkuhan dengan istri pelaku, Hasmiati (42), yang juga menjadi korban penembakan bersama oknum Babinsa itu.

"Karena yang bersangkutan anggota Polri, karena ini ranah hukum pidana, tentunya kewenangan itu ada di Polda Sulawesi Selatan," ujar Kepala Penerangan Kodam XIV Hasanuddin, Kolonel Infanteri Maskun Nafik, saat memberikan keterangan kepada wartawan di Makassar, Sabtu malam (16/5/2020).

Perwira menengah TNI ini mengatakan, penembakan terjadi sekitar pukul 22.30 WITA di Jeneponto. Kasus ini masih dalam penyelidikan polisi.

"Akibat penembaan itu, salah satu anggota kami, terkena luka tembak. Saat ini sedang dalam proses perawatan di Rumah Sakit Pelamonia," kata Nafik.

Nafik mengatakan, mereka masih fokus pada proses pengobatan korban yang sebelumnya dikabarkan kritis usai ditembak pelaku. Korban tentunya membutuhkan waktu untuk memulihkan kesehatannya.

"Saat ini posisinya fokus kepemulihan kesehatan. Kalau proses hukumnya, kami serahkan penuh ke kepolisian untuk melakukan pemeriksaan kepada rekan kita (oknum polisi) yang menyalahgunakan senjata api," katanya.

Sementara terkait kondisi korban, saat ini dalam perawatan intensif di RS Pelamonia pascaoperasi pengangkatan proyektil peluru di tubuh korban. Korban telah melewati masa kritis.

"Boleh dikatakan sudah sadar, tapi masih pemulihan intensif. Menurut dokter sudah melewati masa kritis. Saya semalam sudah lihat, bisa bicara. Tapi kondisinya harus dijaga jangan sampai drop. Makanya fokus di kesehatan dulu sampai anggota kita ini sembuh," katanya.

Mereka juga sejauh ini telah berkoordinasi dengan Polda Sulsel untuk penanganan kasusnya, termasuk mengunjungi korban. Dia berharap insiden itu tidak memengaruhi sinergitas TNI-Polri untuk tetap bersatu.

Di tempat terpisah, Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Ibrahim Tompo menyebutkan, dua korban tengah dirawat medis di rumah sakit. Sementara terduga pelaku sudah ditahan Provos Polda Sulsel.

Diketahui, insiden penembakan terhadap oknum TNI anggota Babinsa tersebut terjadi di Kelurahan Empoang, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, pada Kamis malam (14/5/2020). Terduga pelaku oknum polisi yang bertugas di Polrestabes Makassar.

Akibat penembakan tersebut, korban terluka tembak pada bagian dada dan kakinya. Sementara istri terduga pelaku tertembak di bagian paha. Kedua korban saat ini dirawat di rumah sakit di Makassar.


Editor : Maria Christina