get app
inews
Aa Text
Read Next : Ditemukan di Lereng Bulusaraung, Begini Kondisi 6 Jenazah Pesawat Jatuh di Pangkep

KNKT Terima Black Box dari Basarnas, Penyebab Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 Diselidiki

Kamis, 22 Januari 2026 - 18:17:00 WITA
KNKT Terima Black Box dari Basarnas, Penyebab Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 Diselidiki
Basarnas menyerahkan black box pesawat ATR 42-500 ke Tim KNKT untuk diselidiki penyebab jatuhnya pesawat nahas tersebut di Gunung Bulusaraung, Pangkep. (Foto: iNews)

MAKASSAR, iNews.id – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menyerahkan kotak hitam atau black box pesawat ATR 42-500 ke Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Kamis (22/1/2026).

Proses serah terima dilakukan di Kantor Basarnas Kelas I A Makassar, Sulawesi Selatan, menandai berakhirnya tahap evakuasi material utama dan dimulainya tahap investigasi mendalam.

Sebelum dilakukan penandatanganan berita acara serah terima, Kepala Basarnas, Marsekal Madya Mohammad Syafi’i, melakukan pengecekan langsung untuk memastikan keaslian serta kondisi fisik perangkat tersebut.

Sebagai informasi, black box ini ditemukan oleh tim SAR gabungan pada Rabu (21/1/2026) atau hari kelima operasi pencarian. Perangkat ditemukan di lereng terjal Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, dengan kedalaman sekitar 500 meter dari puncak gunung.

Black box yang diserahkan terdiri dari dua perangkat utama yang sangat krusial bagi penyelidikan. Cockpit Voice Recorder (CVR) merekam seluruh percakapan dan suara di dalam kokpit, termasuk komunikasi antara pilot dan petugas Air Traffic Control (ATC).

Flight Data Recorder (FDR) menyimpan ribuan data teknis penerbangan seperti kecepatan, ketinggian, arah terbang, hingga parameter kondisi mesin pesawat.

Hasil Analisis Keluar 5-10 Hari

Kepala KNKT, Soerjanto Tjahjono mengatakan, kedua perangkat tersebut akan segera diterbangkan ke Jakarta untuk proses pengunduhan (download) dan analisis data di laboratorium pusat KNKT.

"Proses analisis data black box ini diperkirakan memakan waktu sekitar lima hingga sepuluh hari. Kami harus memastikan keakuratan data sebelum menarik kesimpulan mengenai penyebab pasti kecelakaan," ujar Soerjanto Tjahjono.

Meski black box sudah ditemukan, Kepala Basarnas menegaskan, misi kemanusiaan belum berakhir. Operasi SAR tetap difokuskan pada pencarian dan evakuasi korban yang masih berada di lokasi kejadian.

"Operasi pencarian korban masih terus dilaksanakan sesuai prosedur. Kami akan melakukan evaluasi menyeluruh pada hari ketujuh operasi untuk menentukan langkah selanjutnya," kata Marsekal Madya Mohammad Syafi’i.

Penemuan black box ini diharapkan dapat segera mengungkap tabir di balik tragedi jatuhnya pesawat ATR 42-500 di pegunungan Sulawesi Selatan tersebut.

Editor: Kastolani Marzuki

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut