Kementan Panen Raya Jagung di Pinrang, Produktivitas 8 Ton per Hektare

Dony Aprian ยท Minggu, 11 November 2018 - 15:01 WIB
Kementan Panen Raya Jagung di Pinrang, Produktivitas 8 Ton per Hektare
Suasana safari panen raya jagung di Kecamatan Suppa, Pinrang, Sulsel. (Foto: Istimewa)

PINRANG, iNews.idKementerian Pertanian (Kementan) bersama pemerintah daerah panen raya jagung di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel), Minggu (11/11/2018). Produktivitas hasil panen di daerah ini terbilang sangat tinggi, rata-rata tercatat mencapai 7 hingga 8 ton per hektare (Ha). Dengan luas tanam 12.000 Ha, diperkirakan akan diperoleh hasil panen sebanyak 84.000 – 96.000 ton jagung pipilan kering (JPK).

Safari panen raya jagung wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel) ini dipimpin Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Andi Muhammad Syakir. Sehari sebelumnya, rombongan juga telah memanen di Kabupaten Takalar, saat ini untuk daerah Pinrang dan Wajo.

“Kami mengapresiasi kerja keras petani Pinrang sehingga produktivitasnya bisa setinggi ini. Kami bersyukur bantuan sarana produksi, alsintan (alat dan mesin pertanian), serta perbaikan pengairan dapat turut mendorong produktivitas dan meningkatkan minat bertani,” kata Syakir di Pinrang, Minggu (11/112018).


Dia mengungkapkan, Pinrang merupakan daerah pengembangan baru untuk jagung karena selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung padi Sulsel. Pengembangan ini memungkinkan karena jagung mampunyai daya adaptasi luas sehingga dapat dikembangkan pada lahan sawah bero di musim kemarau dengan bantuan pompa sumur dangkal.

“Potensi pengembangan areal tanam baru masih cukup luas dengan adanya sumur dangkal. Pemerintah pusat dan daerah senantiasa mendorong pengembangan jagung di Kabupan Pinrang dan daerah lainnya di Sulawesi Selatan untuk meningkatkan pendapatan petani,” ujarnya.

Syakir menyebut, petani di Pinrang sangat tertarik untuk bertani jagung. Harga jagung pipilan kering tingkat petani pun semakin baik. Saat ini, harganya mencapai Rp4.700/kg. Kondisi ini menyebabkan petani di Pinrang termotivasi menanam jagung untuk meningkatkan kesejahteraannya.

Selain Pinrang, Syakir dijadwalkan untuk melakukan panen di Kabupaten Wajo dengan areal tanam seluas 45.875 hektare. Dengan produktivitas 5-6 ton per hektare, panen kali ini berpotensi mencapai 220.000 hingga 275.000 ton.

Pemerintah saat ini terus menggenjot produktivitas jagung, terutama untuk memenuhi kebutuhan pakan nasional.  Dalam empat tahun terakhir, melalui program terobosan yang telah dilakukan mampu meningkatkan produksi jagung secara signifikan.

Hal ini terlihat dalam kurun waktu 2014-2017 produksi jagung terus meningkat. Pada tahun 2014 produksi jagung di Indonesia sebesar 19,0 juta ton, berikutnya pada 2015 menjadi 19,6 juta ton. Kemudian tahun 2016 produksi jagung kembali  meningkat menjadi 23,6 juta ton, pun demikian pada 2017 mencapai 28,9 juta ton.  Sementara di tahun ini (2018), diperkirakan potensi produksi jagung mencapai 30 juta ton.


Editor : Donald Karouw