Kasus Covid-19 di Sulsel Masih Tinggi, Pemprov Kumpulkan Kepala Daerah dan Pakar

Antara ยท Senin, 29 Juni 2020 - 15:32 WIB
Kasus Covid-19 di Sulsel Masih Tinggi, Pemprov Kumpulkan Kepala Daerah dan Pakar
Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman (dua kiri) bersama Bupati Soppeng pada rapat evaluasi Covid-19 di Makassar, Senin (29/6/2020). (Foto: Antara)

MAKASSAR, iNews.id - Jumlah kasus positif Covid-19 di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), masih tinggi. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel pun mengumpulkan kepala daerah, para pakar, konsultan hingga kepala dinas untuk menyatukan sikap dalam memutus mata rantai penyebaran virus corona di daerah itu, Senin (29/6/2020).

Kepala daerah yang diundang Pemprov Sulsel pada Rapat Monitoring, Evaluasi Survailance, Promotive dan Preventative Covid-19 itu di antaranya wali kota Makassar dan bupati Soppeng. Mereka diajak untuk berbagi pengalaman dan upaya penanganan Covid-19 di daerah masing-masing.

"Saat terjadi persoalan Covid-19, ketika belum ada kesimpulan (antivirus), maka kita harus bersatu dan bersama-sama. Tidak ada istilah ada yang jago mengatasi sendiri. Itu tidak bisa, melainkan dikerjakan bersama-sama," kata Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Gubernur Sulsel, Makassar.

Andi mengatakan, apa yang telah dilakukan sejauh ini memang sudah cukup baik. Salah satunya dalam perawatan pasien positif Covid-19 dengan tingginya angka kesembuhan hingga 35 persen. Namun, untuk pencegahan masih harus terus ditingkatkan seiring makin tingginya angka pasien positif di daerah itu.

"Makanya saya sengaja undang beberapa kepala daerah seperti bupati Soppeng yang sukses membuat daerahnya menangani Covid-19," ujarnya.

Bupati Soppeng Kaswadi Razak mengatakan, langkah mengumpulkan para kepala merupakan hal yang sangat baik. Bahkan, dirinya menilai seharusnya hal itu sudah dilakukan sejak jauh-jauh hari atau sebelum banyak warga yang terpapar virus corona jenis baru tersebut.

Kaswadi menjelaskan, keberhasilan daerahnya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 karena sikap waspada. Mereka giat menelusuri warga dan menjaga perbatasan untuk mencegah penularan dan penyebaran.

Kabupaten Soppeng juga bergerak cepat dengan menyiapkan rumah sakit khusus Covid-19, yakni RS Ajappangnge. Kemudian, memaksimalkan laboratorium serta melakukan pengadaan PCR untuk mendeteksi virus tersebut.

"Kami melibatkan seluruh pihak termasuk TNI, Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat untuk ikut menjaga dan memberikan edukasi," katanya.


Editor : Maria Christina