Karyawan Salon di Makassar Kedapatan Polisi Nyambi Jadi Bandar Narkoba

Andi Deri Sunggu ยท Rabu, 26 Desember 2018 - 14:33 WIB
Karyawan Salon di Makassar Kedapatan Polisi Nyambi Jadi Bandar Narkoba
Kasat Resnarkoba Polrestabes Makassar, Kompol Diari Astetika, melakukan gelar perkara di Mapolrestabes Makassar. (Foto: iNews/Andi Deri)

MAKASSAR, iNews.id - Polrestabes Makassar mengamankan seorang pria pegawai salon yang diduga berprofesi sebagai bandar narkoba. Sabu seberat 70 gram yang dibungkus dalam lima sachet menjadi bukti kalau dia memperjual-belikan barang terlarang itu.

Kasat Resnarkoba Polrestabes Makassar, Kompol Diari Astetika mengatakan, pelaku atas nama Adhel (31) diamankan bersama tiga rekannya yang merupakan pengedar serta pemasok sabu.

"Dia ini pengedar narkoba jenis sabu lintas kabupaten/kota," kata Diari di Mapolrestabes Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), belum lama ini.

BACA JUGA: Diduga Konsumsi Narkoba, Dua Pria di Pati Ini Nyaris Berhubungan Badan

Adhel diringkus bersama seorang tersangka lainnya, Wawan (32) di sebuah rumah kos Jalan Faisal Raya Kota Makassar. Kemudian, dari hasil penyelidikan, petugas kembali mengamankan Rachmat (31) di Jalan Maccini Raya Kota Makassar.

Bandar narkoba antardaerah di Sulsel ini nekad menjual sabu karena tergiur keuntungan yang besar dalam setiap transaksinya. Adhel juga memiliki buku catatan yang diduga perhitungan penjualannya.

"Ada buku catatan yang akan kami dalami juga," ujar dia.

BACA JUGA: Dibayar Rp30 Ribu, Pelajar Ini Jadi Kurir Narkoba untuk Biaya Sekolah

Dari penangkapan ketiga tersangka ini polisi mengamankan sejumlah brang bukti berupa sabu 70 gram dikemas dalam bungkusan kecil siap edar, timbangan, alat isap, ATM dan buku catatan.

Saat ditanya polisi, Adhel mengaku, dia tak pernah menjual sabu ini kepada anak sekolah ataupun mahasiswa. Namun, dia juga diduga kerap menawarkan barang terlarang tersebut ke pelanggan salonnya.

"Karena memang lebih besar penghasilan menjual narkoba," ujar pegawai salon di Kota Makassar yang punya nama asli Syamsul ini.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal