Joki CPNS Lulusan SMA di Makassar Punya 3 KTP Berbeda Nama, Diduga Sindikat Besar

Leo Muhammad Nur ยท Senin, 02 Maret 2020 - 14:55 WITA
Joki CPNS Lulusan SMA di Makassar Punya 3 KTP Berbeda Nama, Diduga Sindikat Besar
Joki tes CPNS di Makassar diamankan polisi. (Foto: iNews/Leo M Nur).

MAKASSAR, iNews.id - Perempuan muda yang menjadi joki CPNS di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), diduga anggota sindikat besar. Pelaku, Nurmia (18), juga mengantongi tiga KTP elektronik yang berbeda-beda nama.

Polisi menduga Nurmia merupakan anggota sindikat joki tes CPNS yang disokong oleh orang besar. Sementara kasus ini sedang didalami petugas Polrestabes Makassar.

"Sekarang ini kami masih dalami kasusnya untuk proses penyelidikan," kata Wakapolrestabes Makassar, AKBP Asep Marsel, di Kota Makassar, Sulsel, Senin (2/3/2020).

Sebab, pelaku memiliki tiga KTP dengan nama berbeda-beda. Salah satu identitas pelaku atas nama Rusni yang merupakan peserta tes CPNS asal Kabupaten Sidrap, namun foto yang dipajang merupakan potret pelaku Nurmia.

Bukan hanya itu, pelaku juga memodifikasi kartu tes CPNS untuk mengelabui panitia. Caranya dengan menempel foto pelaku di dalam kartu tersebut.

"Barang bukti sementara KTP dan kartu tes CPNS," ujar dia.

Polisi sedang menggali keterangan dan identitas pelaku. Sebab, ada kemungkinan terdapat jaringan joki CPNS di Sulsel, khususnya Kota Makassar yang memanfaaatkan momen rekrutmen pegawai pemerintah secara besar-besaran ini.

Sebelumnya, Nurmia terpaksa berurusan dengan polisi karena diduga menjadi joki tes CPNS Pemerintah Kota Makassar. Dia menyebut tidak mendapat upah atau bayaran sedikit pun, karena sukarela membantu saudara sepupunya.

"Karena bantu saudara jauhnya, pengakuannya seperti itu. Tapi nanti masih kita kembangkan lagi," kata Kasubag Humas Polrestabes Makassar, Kompol Supriady Idrus, belum lama ini.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal