Jenazah Korban Tragedi Helikopter Morowali Disambut Histeris Keluarga

Nasruddin Rubak ยท Sabtu, 21 April 2018 - 11:08:00 WITA
Jenazah Korban Tragedi Helikopter Morowali Disambut Histeris Keluarga
Seisi rumah orang tua korban sontak histeris saat jenazah korban dikeluarkan dari ambulans. (Foto: iNews.id/Nasruddin Rubak)

PALOPO, iNews.id - Isak tangis keluarga Anis Heri Irawan pecah saat jenazah tiba di rumah duka di Desa Sidobinangun, Kecamatan Tanalili, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan (Sulsel). Almarhum merupakan korban tewas setelah terkena baling-baling helikopter milik PT IMIP yang jatuh di sekitar area perusahaan di Morowali, Sulteng.

Seisi rumah orang tua korban sontak histeris saat jenazah korban dikeluarkan dari ambulans. Bahkan, kedua orang Heri tidak berhenti menggerung sambil sesekali memanggil-manggil nama korban. Beberapa kali kedua orang tua korban sempat tak sadarkan diri. Pasalnya korban merupakan tulang pungggung andalan keluarga.

Diketahui, korban bekerja sudah bekerja di perusahaan PT IMIP selama empat bulan terakhir. Korban meninggalkan seorang istri dan satu orang anak yang baru berusia empat bulan. Niatan korban bekerja di PT IMIP adalah untuk memperbaiki ekonomi keluarga tetapi takdir berkata lain.

Menurut paman korban Suparjun, korban meninggalkan anak dan istrinya untuk bekerja di Morowali, Sulteng beberapa hari setelah kelahiran anak pertamanya. Dia pun meminta ada bantuan yang sesuai dari perusahaan tempat korban bekerja.

"Harapannya keluarga korban mendapatakan apa yang berlaku di perusahaan tempatnya bekerja, itu saja. Yang berlaku seperti apa itulah yang harus diberikan. Korban yang orangnya bagus. Di sini selain mebantu orang tua juga mao membantu ke sawah," kata Suparjun di rumah duka, Kamis (20/4/2018) malam.

Untuk mengurangi biaya hidup pihak perusahaan akan memberikan kompensasi kepada keluarga yang ditinggalkan. Selain korban meninggal dunia, tragedi helikopter jatuh tersbeut juga melukai empat orang warga asing yang berprofesi sebagai jurnalis asal negara China.

"Insiden terjadi saat korban sedang kerja. Banyak orang sudah teriak minggir awas-awas tapi sepertinya korban tidak mendangar. Saat itu ada yang bilang korban sedang menelepon. Korban baru bekerja selama empat bulan. Namun perusahaan tetap memberikan santunan," ungkap Manajer Katering PT IMIP Sapta Yuda.

Editor : Achmad Syukron Fadillah