Jangan Pusingkan Administrasi, Puskesmas dan Rumah Sakit di Sulsel Diminta Siap Bantu Korban Bencana

Antara ยท Rabu, 08 Januari 2020 - 19:45 WITA
Jangan Pusingkan Administrasi, Puskesmas dan Rumah Sakit di Sulsel Diminta Siap Bantu Korban Bencana
Mobil ambulans dari rumah sakit bersiaga membantu korban. (Foto: Dok iNews).

MAKASSAR, iNews.id - Posko kesehatan di seluruh kabupaten/kota, Sulawesi Selatan (Sulsel), diimbau siaga menghadapi dampak cuaca esktrem. Pelayanan kesehatan mulai dari puskesmas hingga rumah sakit diminta selalu siap membantu warga terdampak bencana.

Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, dr Bachtiar Baso mengatakan, pihaknya sudah mengeluarkan surat imbauan kepada seluruh kepala dinas kesehatan daerah dan kepala direktur rumah sakit.

"Kita mengharapkan masyarakat juga tetap menjaga kesehatan dan waspada terhadap kemungkinan bencana di musim hujan ini," kata Bachtiar di Kota Makassar, Sulsel, Rabu (8/1/2020).

Surat imbauan Dinkes Sulsel itu berdasarkan surat Menteri Kesehatan RI, nomor: YR.03.03/Menkes/I/2020 terkait kesiapsiagaan menghadapi banjir dan tanah longsor, serta tingginya curah hujan selama beberapa hari ke depan.

Melalui surat itu, Dinkes Sulsel menginstruksikan dan mengkoordinasikan agar puskesmas, rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya untuk membantu memberikan pelayanan kesehatan bagi korban bencana banjir dan longsor.

Selain itu, bagi fasilitas kesehatan tersebut diminta agar tidak mempertimbangkan persoalan administrasi saat harus memberikan pelayanan kesehatan kepada korban banjir dan longsor.

Menurut Bachtiar, berbagai penyakit akan muncul pada musim hujan, seperti penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA), demam berdarah, dan diare. Warga diminta waspada dengan sejumlah penyakit musiman tersebut.

"Jika ada banjir maka penyakit yang perlu diwaspadai yaitu liptospirosis, semacam penyakit karena bakteri," urainya.

Bachtiar menyebutkan, surat imbauan itu bukan hanya meminta masing-masing daerah menyiapkan posko kesehatan, tetapi juga menyiapkan Tim RHA (Ripid Healt Asessment) dan TRC kesehatan untuk penangan di lapangan.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal