Ijtima Ulama Dunia 2020 di Gowa Ditunda akibat Wabah Korona

Antara ยท Selasa, 17 Maret 2020 - 03:30 WIB
Ijtima Ulama Dunia 2020 di Gowa Ditunda akibat Wabah Korona
Ilustrasi virus korona. (Foto: Antara)

GOWA, iNews.id - Pemerintah Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan mengeluarkan surat penyampaian penundaan rencana kegiatan Ijtima Dunia 2020 Zona Asia yang rencananya digelar 20-22 Maret 2020. Ijtima ulama dunia yang akan digelar di Desa Nirannuang, Kecamatan Bontomarannu itu dijadwalkan dihadiri perwakilan ulama dari 48 negara.

"Berdasarkan arahan pak bupati dengan dikeluarkannya surat edaran, maka semua kegiatan di Kabupaten Gowa untuk sementara ditunda termasuk Ijtima Asia ini," ujar Sekretaris Daerah Gowa Muchlis, Senin (16/3/2020).

Dia mengatakan, penundaan itu terkait dengan maraknya penularan virus korona (Covid-19) di Indonesia dan telah menulari lebih dari 100 warga di berbagai daerah.

Muchlis mengatakan, surat edaran yang dikeluarkannya itu merupakan langkah antisipasi dalam mencegah penularan virus korona atau Covid-19 di wilayahnya yang rawan ditularkan dari perwakilan beberapa negara tersebut.


"Surat edaran ini dikeluarkan melalui beberapa pertimbangan dan juga sebelum dikeluarkan itu dirapatkan terlebih dahulu dengan unsur pimpinan, TNI/Polri, Camat dan pemerintah desa," katanya.

Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan mengatakan hingga tadi pagi dirinya masih berkoordinasi dengan Gubernur terkait kegiatan Ijtima ini, sehingga diberikan surat penegasan untuk menunda kegiatan tersebut.

"Menurut camat yang menemui panitia, jamaah yang terlanjur hadir karena tidak mendapatkan informasi tersebut dan terlanjur membeli tiket, tetapi insyaallah panitia akan menyampaikan pada jamaahnya bahwa dilakukan penundaan," ujarnya.

Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan dengan telanjurnya jamaah yang hadir, jamaah sementara melakukan tes bersama kepolisian untuk pemeriksaan lebih lanjut yang diperkirakan 40-60 orang.

"Semua yang sudah hadir akan terus kita jaga untuk bisa kembali ke tempat masing-masing," ucapnya.


Editor : Kastolani Marzuki