Ibu Rumah Tangga Jadi Bandar Narkoba di Makassar, Sembunyikan Sabu-Sabu di Seragam Anaknya

Andi Deri Sunggu ยท Rabu, 04 Desember 2019 - 18:08 WIB
Ibu Rumah Tangga Jadi Bandar Narkoba di Makassar, Sembunyikan Sabu-Sabu di Seragam Anaknya
Kasat Narkoba Polresta Makassar Kompol Diari Astetika menunjukkan barang bukti dan pelaku pengedar narkoba yang merupakan seorang ibu rumah tangga, Rabu (4/12/2019). (Foto: Andi Deri Sunggu)

MAKASSAR, iNews.id – Seorang ibu rumah tangga di Makassar, Sulawesi Selatan terpaksa harus berurusan dengan polisi. Dia kedapatan menyembunyikan belasan paket narkoba jenis sabu-sabu di seragam sekolah anaknya.

Ernawati (33) mengaku terpaksa menjadi pengedar sabu-sabu untuk menghidupi tiga anaknya seorang diri sejak ditinggal suaminya. Dia mengaku sudah menjual sabu-sabu selama satu bulan.

Kepala Satuan Narkoba Polresta Makassar Kompol Diari Astetika menjelaskan pelaku sempat bersembunyi di kamar mandi saat rumahnya digeledah di Jalan Tinumbu. Tim Macan Polrestabes Makassar kemudian menemukan satu kemasan kecil penuh sabu-sabu di balik foto keluarga. Tim juga menemukan belasan paket kecil sabu-sabu yang disembunyikan di kantong seragam sekolah anaknya yang digantung di kamar.

 

BACA JUGA: Razia Narkoba di Makassar Ricuh, Pengunjung Perempuan Ngamuk Tolak Dites Urine

 

“Penggeledahan ini kami lakukan berdasarkan laporan dari warga mengenai adanya peredaran gelap narkoba. Saat digeledah petugas menemukan satu kemasan kecil penuh sabu-sabu di balik foto keluarga dan 14 plastik kecil sabu-sabu yang dimasukkan dalam bungkus kopi. Bungkus itu kemudian dimasukkan ke kantong seragam anaknya untuk mengelabui petugas,” ujarnya.

Polisi akan menyelidiki lebih lanjut dari mana pelaku mendapatkan barang haram tersebut. Saat diperiksa petugas, pelaku mengaku mendapatkannya dari Kampung Sapiria, Makassar.

 

BACA JUGA: 2 Bocah Diamankan Polrestabes Makassar usai Pesta Sabu

 

“Jaringannya tentu akan kami kejar. Informasi yang kami dapat sampai saat ini pelaku memperoleh barang haram tersebut dari Kampung Sapiria,” kata Diari.

Pelaku akan dijerat dengan pasal 112 ayat (1) dan pasal 114 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara 12 tahun.


Editor : Rizal Bomantama